Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) – Sekitar 100 warga Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan demonstrasi ke kantor walinagari setempat di Simpang Empat, Senin.

Warga menuntut tambang galian C atau kuari jenis pasir, batu dan kerikil yang marak di daerah itu dapat dihentikan.

“Kita melakukan demonstrasi ini sebagai bentuk kekesalan karena praktek galian C itu sudah meresahkan warga. Apalagi tambang itu mengakibatkan lahan pertanian dan perkebunan rusak karena tanahnya amblas disebabkan terkikis alat berat,” kata koordinator aksi, Sim saat demonstrasi berlangsung.

Usai menyampaikan apirasinya, warga melakukan mediasi dengan Kapolsek Gunung Tuleh, Iptu Eri Yanto, jajaran nagari Muara Kiawai, jorong, babinsa dan unsur terkait lainnya.

Dari hasil mediasi itu Kapoksek Gunung Tuleh berjanji akan langsung melakukan penutupan tambang atau kuari yang sudah meresahkan warga.

“Kalau memang meresahkan maka akan kita tutup. Apalagi sudah meresahkan warga dan merusak lahan pertanian warga,” ujar Kapolsek.

Usai melakukan mediasi, jajaran Polsek Gunung Tuleg beserta unsur terkait langsung turun ke lapangan dan menutup tambang atau kuari yang sedang beroperasi milik “N” dan “B” yang berada di Jorong Kartini.

Pihaknya mengimbau warga agar tidak melakukan aksi anarkis terhadap persoalan itu. Sebab, pihaknya akan tegas menghentikan praktek galian C itu.

“Kita akan hentikan aktifitas galian C yang tidak miliki izin. Saat ini sudah kita hentikan sementara sampai ada izin resminya. Kita tidak main-main dengan persoalan ini,” tegasnya.