UNBK Hari Kedua, Beberapa Sekolah Kesulitan Unduh Soal

Pelaksanaan UNBK.

 

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA hari kedua di empat kabupaten wilayah eks Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (10/4), menghadapi kendala sulitnya mengunduh naskah soal. Bahkan hingga Selasa siang, masih ada beberapa sekolah yang belum bisa mengunduh naskah soal yang diujikan.

”Beberapa sekolah ada yang terpaksa mengundurkan waktu pelaksanaan UNBK karena kesulitan mengunduh naskah soal. Yang seharusnya pukul 08.00 WIB sudah mulai dilaksanakan, terpaksa mundur beberapa sampai seluruh naskah soal terunduh,” kata Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah Dan Khusus (BP2MK) wilayah eks Karesidenan Banyumas, Gunawan.

Ia menyebutkan, pada hari pertama pelaksanaan UNBK dengan materi pelajaran Bahasa Indonesia, prosesnya relatif berjalan lancar. Namun pada pelaksanaan UNBK hari kedua dengan mata pelajaran Matematika, ternyata menghadapi masalah dengan proses unduh materi soal yang mengalami kesulitan.

Menurutnya, persoalan sulitnya mengunduh naskah soal ini bukan hanya terjadi di sekolah yang ada di perdesaan. Melainkan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah perkotaan, dengan sarana jaringan internet mestinya lebih baik.

Untuk itu, pihaknya terus menerus melakukan koordinasi dengan PT Telkom selaku penyedia jaringan internet, agar proses unduh naskah soal ini bisa lebih baik. ”Kita masih berupaya agar UNBK dengan mata pelajaran Matematika ini bisa selesai seluruhnya. Namun kalau tidak bisa, terpaksa ada beberapa sekolah yang siswanya terpaksa mengikuti ujian susulan,” katanya.

Disebutkan, jumlah siswa SMA/MA yang mengikuti UNBK di wilayah eks Karesidenan Banyumas pada 2018 mencapai sebanyak 24.390 siswa. Antara lain, peserta UNBK di Kabupaten Banyumas sebanyak 7.618 siswa, Kabupaten Purbalingga sebanyak 3.576siswa, Kabupaten Banjarnegara sebanyak 5.554 siswa, dan Kabupaten Cilacap 7.642 siswa.

Sedangkan jumlah SMA/MA di wilayah eks Karesidenan Banyumas yang siswanya mengikuti UNBK, ada sebanyak 173 sekolah. Antara lain, sekolah SMA negeri sebanyak 50 sekolah, SMA swasta 58 sekolah, MA negeri sembilan sekolah, dan MA swasta sebanyak 56 sekolah.

Ia juga menyebutkan, dalam pelaksanaan UNBK kali ini masih belum ada sekolah yang bisa melakukan UNBK dalam satu sesi dalam sehari. Mengingat keterbatasan perangkat komputer dan masalah jaringan internet yang belum memadai, masing-masing sekolah melaksanakan UNBK dalam dua atau tiga sesi dalam sehari.

”Untuk masing-masing sesi, naskah soalnya berbeda-beda. Bahkan antara peserta ujian yang duduk di depan dan dibelakang atau disampingnya, naskah soalnya juga berbeda. Hal ini dilakukan untuk memperkecil kemungkinan peserta ujian saling contek atau meminimalisir kebocoran,” ujarnya.

Soal masalah jaringan listrik, Gunawan menyebutkan, hingga hari kedua pelaksanaan UNBK pihaknya belum menerima laporan adanya sekolah yang mengalami pemadaman saat UNBK berlangsung. ”Tapi semua sekolah sudah menyiapkan genset, kalau pemadaman aliran listrik ini sampai terjadi,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

37 − = 33