Umat Islam, khususnya warga NU, tidak perlu lagi mempersoalkan posisi antara agama dan negara

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Ma’ruf Amin berpendapat bahwa seharusnya umat Islam, khususnya warga NU, tidak perlu lagi mempersoalkan posisi antara agama dan negara.

Hal tersebut dia ungkapkan untuk merespons pandangan sejumlah kelompok yang menganggap konsep Pancasila tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ma’ruf Aminmenjelaskan, jika dilihat dari aspek sejarah, para ulama Islam memiliki peran dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dia mencontohkan peran pendahulu Nadhlatul Ulama, KH Wahid Hasyim, yang memiliki komitmen kebangsaan saat terlibat langsung dalam menyiapkan kemerdekaan Indonesia bersama Soekarno, Mohammad Hatta dan tokoh lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid menegaskan bahwa Indonesia tidak didirikam berdasarkan pada nilai-nilai agama tertentu.

Ulama yang akrab disapa Gus Sholah itu mengatakan, pada mulanya para tokoh pendiri bangsa sepakat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia berdasarkan perasaan yang sama, yakni ketertindasan.

Sementara itu peneliti dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Yudi Latief berharap organisasi kemasyarakatan berbais agama seperti NU dan Muhammadiyah berperan aktif dalam membumikan Pancasila di tengah kebinekaan.

Yudi mengatakan, konsep Pancasila, agama dan negara tidak bisa dipisahkan dalam sejarah bangsa Indonesia. Oleh sebab itu Indonesia memerlukan sosok yang bisa menjadi jembatan antara ketiga konsep tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

96 − 87 =