Tuntutan Terhadap Terdakwa SPJ Fiktif Ditunda

Terdakwa Yusafni (ist)

 

 

 

PADANG – Pembacaan tuntutan terhadap terdakwa dugaan korupsi bermodus SPJ fiktif, Yusafni ditunda, karena jaksa belum siap dengan nota tuntutannya.

Pada sidang lanjutan perkara itu, Senin (7/5), majelis hakim sempat meminta jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutannya. Tetapi tim jaksa meminta waktu satu pekan lagi untuk menyiapkan nota tuntutan tersebut.

“Kami minta waktu hingga Senin (14/5) majelis, untuk penuntasan pemberkasan,” ujar JPU Muhasnan Cs kepada majelis hakim yang diketuai Irwan Munir dan hakim anggota Verry Desarera dan Emria di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang.

Menanggapi permintaan JPU itu, majelis menolak untuk pengunduran sidang sesuai permintaan, karena terlalu lama dan sedikit molor. Sebagai pertimbangan, hakim meminta tim JPU agar menyelesaikan berkas sebelum hari Jumat (11/5) mendatang.

“Jika pengunduran hingga Senin, tentu terlalu lama dan akan molor. Kami minta JPU segera menuntaskan berkas dan sidang kita lanjutkan hari Jumat (11/5),” tegas Irwan Munir menanggapi permintaan itu.

Sementara terdakwa Yusafni yang duduk di kursi pesakitan dan didampingi penasihat hukum tidak keberatan dengan pernyataan majelis.

Dalam dakwaan sebelumnya disebutkan, Yusafni selaku KPA tahun 2012, dan selaku PPTK tahun 2013 hingga 2016, pada dinas Prasjaltarkim Sumbar, bersama-sama dengan Saksi Suprapto selaku kepala dinas diduga melakukan tindak pidana korupsi pada ganti rugi lahan pembangunan Infrastruktur Strategis pada Dinas prasjaltarkim Sumbar tahun 2012 hingga 2016.

Perbuatan terdakwa disebut telah mengakibatkan kerugian negara berdasarkan pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan Negara karena berupaya menguntungkan diri sendiri dan orang lain sebesar Rp62,5 miliar.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa Yudafni sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo psal 64 KUHP.

Lebih lanjut, Yusafni juga didakwakan terkait dugaan pencucian uang dengan cara menyalurkan serta mentarafrer keberbagai nomor rekening lainya. Tidak hanya itu, Yusafni dalam sidang pemeriksaan terdakwa pekan lalu menyebut aliran dana ke sejumlah pihak. (wahyu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 2 =