Terkait Laporan Irwan Prayitno, Giliran Wartawan Bukittinggi Gelar Aksi

Terkait Laporan Irwan Prayitno, Giliran Wartawan Bukittinggi Gelar Aksi
Aksi sejumlah wartawan di Kota Bukittinggi yang memberi dukungan kepada Bhenz Maharajo, wartawan yang dilaporkan Irwan Prayitno ke Polda Sumbar,

 

 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Bak gelindingan bola salju, dukungan kepada terlapor kasus pencemaran nama baik dan fitnah oleh Irwan Prayitno (IP), Bhenz Maharajo terus menggelinding.

Setelah 53 pengacara menyatakan dukungan terhadap Redaktur Pelaksana Harian Haluan bersama Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa, sejumlah wartawan di Bukittinggi menggelar aksi damai di pelataran jam gadang, Jumat (4/5).

Kendati ramai oleh pengunjung, para wartawan asal Kota Wisata itu menggelar aksi ba’da salat jumat, tepatnya pukul 14.00 WIB. Aksi ini sendiri berlangsung aman, diiringi dengan orasi dan menggelar spanduk kecaman kepada pelapor dan dukungan bagi terlapor.

Koordinator Aksi Rudi Arnel mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama wartawan. Aksi ini menentang segala bentuk krimininalisasi terhadap wartawan.

“Kami menolak langkah yang diambil gubernur terkait pemberitaan, seharusnya gunakan hak jawab sesuai Undang-undang Pers,” ucap Rudi.

Rudi menambahkan, tak seharusnya gubernur melaporkan wartawan ke pihak kepolisian.

“Yang diposting Bhenz (di akun facebook-nya) kan isi pemberitaan di medianya sendiri, makanya gubernur seharusnya memberi hak jawab atau hak koreksi,” pungkas Rudi yang diberitakan klikpositif.

Masih terkait dengan langkah IP, politisi PDIP Alex Indra Lukman dalam keterangannya kepada Haluan berharap Gubernur Sumbar bisa memahami kalau yang diberitakan oleh Haluan itu merupakan kesaksian dari terdakwa.

Tentang status yang dibuat oleh Bhenz Maharajo, politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, kalau yang dibagikan itu merupakan karya jurnalistik.

“Terus salahnya dimana? Yang dibagikan itu-kan karya jurnalistik,” katanya.

Menurutnya, seharusnya Gubernur Sumbar menempuh langkah klarifikasi terlebih dahulu.

“Kan ada hak jawab, seharusnya memakai itu,” katanya.

Terkait pandangan-pandangan itu, Penasehat Hukum IP, Miko Kamal tak memberikan tanggapan saat Haluan mengkonfirmasinya melalui pesan aplikasi whatsapp.

Dari Polda Sumbar, pergerakan terakhir terkait dengan tindaklanjut laporan Gubernur IP pada Selasa (1/5) malam itu, ternyata ia sudah menjalani proses BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh penyidik Polda Sumbar. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumbar KBP Syamsi, kemarin malam saat dihubungi Haluan.

“Ya, pelapor sudah di-BAP oleh penyidik,”akunya singkat.

Ditambahkan mantan Wadirlantas Polda Sumbar ini, pihaknya memang sudah menerima laporan. Tentunya, setelah ini meminta laporan dari pelapor (IP), selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan saksi.
“Bagaimanapun bagi kami setiap laporan yang masuk akan kami proses, dan terkait hal ini kami akan terus menginformasikan perkembangannya,” katanya. (h/mg-mal/mg-hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 3 =