Sumbar Hasilkan 1400 Ton Sampah Setiap Hari

Sumbar Hasilkan 1400 Ton Sampah Setiap Hari

Aksi bersih-bersih di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Jumat (2/3) dalam rangkaian acara peringatan HPSN 2018

PARIAMAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjuk Kota Pariaman dalam kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 yang dipusatkan di Pantai Gandoriah Kota Pariaman, Jumat (2/03).

Kegiatan dimulai dari senam bersama, peninjauan hasil daur ulang sampah oleh sekolah Adiwisata di Kota Pariaman di stand yang disediakan, penyerahan alat kebersihan kepada para pedagang, pelepasan tukik dan dilanjutkan gotong royong membersihkan sampah yang ada di sepanjang pantai gandoriah sampai dermaga pantai gandoriah yang baru.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, WaliKota Pariaman Mukhlis Rahman, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Oktobrianto, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah, Sekdako. Indra Sakti Kadis DKP Sumbar.

“Bersih-bersih sampah ini sudah dari awal bukan hanya karena memperingati HPSN saja, cuma kita melakukan aksi pada hari peringatan ini, agar masyarakat peduli juga dengan sampah,” tutur Mukhlis.

Ia mengatakan bahwa sejak awal, menjabat Walikota yang ia perhatikan dulu adalah kebersihan kota. “Makanya saya angkat 300 lebih pegawai yang kerjanya menyapu, merawat taman dan membersihkan sampah- sampah kota,” ulas Ketua LKAAM ini.

Dengan peringatan HPSN katanya, disamping pemerintah ikut kemudian dapat mendorong partisipasi dan memotivasi warga Kota Pariaman untuk bersih lingkungan.

“Supaya mereka juga peduli, terutama daerah yang memiliki fasilitas umum dan tempat wisata. Saya mengharapkan pedagang ini yang harusnya terdepan ikut berpartisipasi, karena ia yang berjulan, makanya mereka harus bersih lingkungan tempat berjualan,” pungkas Mukhlis.

Kata Mukhlis jika tampilan bersih, tempat duduk bersih dan sekitar berjualan juga bersih maka akan menambah minat wisatawan datang ke Pariaman. Namun mukhlis menyayangkan masih adanya sebagian pedagang yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Mudah-mudahan dengan adanya peringatan HPSN di Kota Pariaman, para pedagang dan penjualan jasa ditempat wisata dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan,” tutur Datuak Sikumbang itu.

Mukhlis juga menegaskan kepada pedagang dengan membuat surat pernyataan jika tidak mau juga mengumpulkan sampahnya, maka akan dilarang berjualan ditempat wisata.

Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul abit (NA) mengatakan ucapan terimakasihnya pada Pemko Pariaman atas kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan.

“Makanya kita memililuh Kota ini, dalam peringatan dan kegiatan HPSN,” ungkap Nasrul Abit.

Ia mengatakan, disamping aksi bersih- bersih juga ada penghijauan dan pelepasan tukik, karena pemeliharaan penyu juga merupakan kewajiban internasional.

“Kemudian lokasi pantai gandoriah ini kan tempat wisata, jadi aksi bersih ini juga dalam rangka menghijaukan tempat pariwisata,” tukas mantan Bupati Pessel itu.

NA mengatakan bahwa fasilitas pariwisata pariaman saat ini sudah lengkap, seperti atraksinya, amenitasnya dan asebilitasnya juga ada.

“Seperti atraksi wisata yang dilakukan dipulau anso duo dan transportasinya kesana juga terjaga,” ucap NA.

Selain itu ia mengatakan assebilitas menuju Kota Pariaman, sangat bagus, jalannya tidak berkelok dan berbelok. Bersih dan membuat pengunjung nyaman.

Yang selanjutnya amenitasnya, wc dan kamar mandi yang sudah bersih, dan ini adalah standarnya, sehingga 3 faktor dalam pembangunan pariwisata sudah ada di Kota Pariaman.

Ia juga menyampaikan, untuk daur ulang sampah di sumbar ada dua tempat di Kota Padang dan Payakumbuh. “Saat ini juga ada kerjasama dengan luar negeri tapi belum operasional, nantinya akan ada indusri penholahan sampah yang mengeluarkan pupuk organik.

“Jadi provinsi sekarang sedang berupaya agar sampah-sampah yang di dapat dari masyarakat diolah dan disalurkan ke sektor pertanian atau dijadikan bio gas,” sebutnya.

Ia mengatakan hingga saat ini Pemprof. Sumbar terus berusaha bagaimana sampah-sampah tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan.

“Dalam hal ini kita sudah melakukan kerjasama dengan cara patungan, dengan beberapa negara seperti jerman, Selandia baru termasuk juga Korea Selatan, MoU nya sudah dibuat mungkin operasionalnya setelah Pilkada 2018 ini.

NA menggatakan bahwa Pengolahan sampah diserahkan ke kota/kab. Masing2 baik limbah cair maupun limbah basah dan kering.

Ia mengungkapkan ada sekitar 1400 ton sampah setiap harinya yang dihasilkan masyarakat di Sumbar yang terbanyak di Kota Padang dan Payakumb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

37 − 34 =