Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lebih memilih untuk menjual lebih banyak BBM nonsubsidi, terutama di wilayah kota-kota besar.

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebut bahwa berkurangnya penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium lantaran lonjakan permintaan BBM nonsubsidi berkadar oktan 90, yaitu Pertalite. Tak ayal, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lebih memilih untuk menjual lebih banyak BBM nonsubsidi, terutama di wilayah kota-kota besar.
 
Dari sisi margin, BBM nonsubsidi juga menawarkan margin lebih tinggi dibandingkan BBM penugasan. Sebagai gambaran, margin penjualan premium penugasan hanya sekitar Rp280 per liter. Sementara, Pertalite memberikan margin sekitar Rp400 rupiah.
 
Kendati demikian, Henry mengingatkan, sesuai Keputusan Kepala BPH Migas ,Pertamina tahun ini mendapatkan tugas untuk menyalurkan 7,5 juta kiloliter (kl) premium penugasan.
 
Kuota tersebut menurun dari kuota tahun lalu, 12,5 juta kl, namun masih lebih tinggi dibandingkan permintaan perseroan yang hanya sekitar 5 juta kl.
 
Bagi SPBU yang sudah menandatangi kontrak penyaluran BBM penugasan harus tetap menjual Premium sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp6.450 per liter untuk wilayah di luar Jawa-Madura-Bali (Jamali).
 
Jika tidak, PT Pertamina (Persero) selaku pemegang mandat penyaluran BBM penugasan bisa mendapatkan sanksi berupa surat peringatan hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) kepada SPBU yang bersangkutan.
 
Pronewsfm Padang
Dimas Setiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 8 =