Siswa MIN 7 di Padang Ini Belajar di Ruang Darurat

Siswa MIN 7 di Padang Ini Belajar di Ruang Darurat
KELAS DARURAT–Sejumlah murid Mandrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Padang mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas darurat di Seberang Palinggam, Kecamata Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (7/3). Murid-murid tersebut belajar di kelas darurat yang dibangun dari papan dan kayu, karena sekolah itu kekurangan ruang kelas. 

 

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) 7 Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, menggunakan kelas darurat untuk belajar.

Meski menggunakan kelas darurat tidak menyurutkan minat siswanya untuk menuntut ilmu. Dua ruangan yang berdindingkan papan dengan jendela dari kawat pagar wajik yang tidak layak tetap dipakai sebagai ruangan belajar kelas I.

Wakil Kepala Sekolah MIN 7 Padang Zalidin, menyayangkan dengan keadaan sekolah dan ini telah berjalan selama beberapa bulan. Karena kelas I ada dua lokal terpaksa bergantian dengan kelas II, dengan memakan waktu yang panjang itu dapat menganggu Proses Belajar Mengajar (PBM).

Melalui inisiatif dari pihak sekolah dan dukungan masyarakat, maka dibangun ruang sekolah dengan anggaran seadanya.

“Sebelumnya ruang kelas I ini tidak layak digunakan untuk PBM kemudian direnovasi, karena tidak memiliki anggaran, maka atas inisiatif bersama melalui swadaya masyarakat dan pihak sekolah terkumpul dana sebesar Rp15 juta,” ucap Zalidin beberapa waktu lalu.

Diceritakan Zalidin, awal pertama kali dibangun oleh masyarakat Sekolah Islam (SI) pada tahun 1955 dengan berjalan beberapa tahun karena banyaknya siswa mendaftar disana maka masyarakat meminta dibangun juga SD dan SI sehingga dibangun SDN 25. Untuk Proses Belajar Mengajar (PBM) secara bergantian pagi SI dan siang SD

“Pada tahun 1997 mendapatkan hibah bangunan dari Kementrian Agama (Kemenag) pusat dan pada tahun itu juga SI dialihkan status menjadi negeri. Karena terdapat dua sekolah yang berdampingan maka mempengaruhi kualitas pendidikan anak, maka pihak sekolah bersama masyarakat Seberang Palinggam melakukan musyawarah untuk mempertahankan apakah SI atau SD maka keputusan masyarakat tetap mempertahankan MIN dan SD 25,” ujarnya.

Pihak sekolah sendiri sudah meminta bantuan ke berbagai instasi di Kota Padang untuk membenahi lokal darurat tersebut.

“Kami juga telah meminta bantuan ke beberapa instansi seperti ke DPRD Padang, PT Semen Padang untuk membenahi bangunan sekolah. Untuk saat ini kami memiliki tujuh ruangan belajar karena kelas I memiliki dua ruangan dan jumlah siswa MIN 7 Padang untuk saat ini 174 orang. Alhamdulillah tiap tahunnya meningkat,”tutupnya.(h/mg-vln)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 2