Setelah menempuh perjalanan dari Batam, dua tersangka pengedar narkoba ditembak mati di Bayuasin

 

 

Palembang, (Antaranews Sumbar) – Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan menembak mati dua dari empat tersangka pengedar narkoba setelah melakukan perjalanan melalui jalur laut dari Batam di kawasan Pelabuhan Tanjung Api Api, Banyuasin, Rabu.

Dua tersangka yang ditembak mati karena berupaya melawan petugas ketika akan ditangkap yakni H warga Balelang dan Y warga Cakung, Jakarta Timur. Sedangkan dua tersangka lainnya O dan S ditangkap dalam keadaan hidup, kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi Sumatera Selatan Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, di Palembang, Rabu.

Dari tangan para tersangka pengedar narkoba itu, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 3 Kilogram dan pil ekstasi 5.000 butir, katanya.

Menurut dia, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini terus mengalami peningkatan, kondisi tersebut mendorong pihaknya untuk terus berupaya menggalakkan operasi pencegahan dan pemberantasan barang terlarang itu.

Untuk melakukan pemberantasan narkoba, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang mencoba memasukkan atau mengedarkan barang terlarang itu ke wilayah provinsi ini.

Tindakan tegas berupa penegakan hukum secara maksimal hingga menembak mati bagi tersangka yang mencoba melawan petugas ketika akan diamankan seperti yang dilakukan petugas terhadap dua tersangka tersebut diharapkan dapat memberikan peringatan kepada yang lain agar tidak yang mencoba memasukkan atau mengedarkan narkoba di daerah ini.

Sementara untuk melakukan pencegahan agar tidak timbul korban penyalahgunaan narkoba yang baru, pihaknya terus berupaya menggalakkan sosialisasi mengenai bahaya mengonsumsi barang terlarang itu ke kawasan permukiman penduduk terutama yang tergolong daerah merah atau rawan narkoba.

Narkoba itu racun, jika mengkonsuminya bisa menimbulkan efek kecanduan yang sulit dilepaskan oleh penggunanya serta menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Jika sampai terkena narkoba, penggunanya sulit untuk melepaskan diri dari ketergantungan dan bisa menyebabkan kematian bagi yang mengkonsumsinya karena dosis pemakaiannya terus meningkat dan pada kondisi tertentu tinggal menunggu ajal/datangnya waktu kematian, ujar Turman. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 3 =