Setelah Dikeroyok Empat Orang, Kakak Beradik di Pasaman Ini Ditetapkan Jadi Tersangka

 Setelah Dikeroyok Empat Orang, Kakak Beradik di Pasaman Ini Ditetapkan Jadi Tersangka
Petugas medis mengotopsi jenazah korban yaang tewas karena terlibat perkelahian di Batang Lobu, Nagari Kotanopan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Rabu (9/5). IST

 

 

 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM–Terlibat perkelahian di warung kopi, seorang warga Batang Lobu, Nagari Kotanopan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, meninggal dunia, Rabu (9/5) malam. Korban diketahui bernama Deni Panroi Manurung alias Rey (32).

Korban sempat dilarikan oleh sejumlah warga setempat ke Puskesmas Rao, untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nahas nyawanya sudah tidak dapat tertolong lagi.

“Korban Deni, warga Batang Lobu, Nagari Kotanopan ini mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal dunia setelah dihantam pakai kayu oleh tersangka,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin melalui Kasat Reskrim Iptu Zulhendri, Kamis (10/5).

Sementara, satu orang teman korban, masih dirawat inap di Puskesmas Rao, hingga Kamis (10/5). Ia mengalami luka bacok pada kepala atas dan luka gores pada kedua lengan.

“Korban yang dirawat bernama Faisal Nasution (26). Korban mengalami luka pada bagian kepala belakang akibat dipukul tersangka menggunakan kayu balok,” kata Zulhendri.

Dua pelaku yang diketahui kakak beradik ini langsung ditetapkan Polisi sebagai tersangka. Mereka, yakni Sulutan Hasibuan (42), warga Sungai Pimping, Jorong Makmur, Nagari Padang Gelugur dan Toha Hasibuan (32), warga Batang lobu, Nagari Kotanopan, Rao Utara.

“Mereka (pelaku) sudah kami amankan di Mapolres,” ujar Kasat Reskrim.

Pihaknya, kata dia, masih melakukan pencarian terhadap dua rekan korban guna dimintai keterangannya. Pasalnya, kedua rekan korban tersebut, yakni Ramli dan Gendut juga diketahui terlibat dalam perkelahian berdarah tersebut.

Informasi awal dari kejadian tersebut, kata Zulhendri, berawal saat korban bersama empat orang rekannya, pada Rabu (9/5) sekitar pukul 15.30 WIB, tiba-tiba menyerang dua tersangka yang tengah duduk di warung kopi milik Saptar, di Kampung Jarang, Jorong I Nagari Kotanopan.

Perkelahian kemudian tak terelakkan. Korban Deni, saat itu membacok tersangka Sulutan dengan parang yang ia bawa dari rumahnya. Tak ingin mati konyol, tersangka Sulutan mengelak dengan cara menangkis. Tebasan parang korban hanya mengenai jari telunjuk tersangka hingga luka.

Kemudian, tersangka pun melakukan pembalasan dengan cara memukul korban Deni dengan sebongkah kayu bulat berukuran satu meter kebagian kepala korban sebanyak tiga kali, hingga mengakibatkan korban tersungkur ke tanah.

Demikian pula dengan rekan korban Deni, Faisal Nasution yang kini masih dirawat intensif di Puskesmas Rao, bersama rekannya, Gendut berhadapan melawan Toha. Faisal dan Gendut juga membawa parang.

Toha juga melakukan hal yang sama dengan saudaranya, Sulutan. Dengan cara memungut sepotong kayu di lokasi itu dan memukulkannya ke bagian kepala Faisal sebanyak satu kali.

“Ini baru informasi awal dari tersangka. Dimana, korban Deni Panroi dibantu oleh Ramli dan Faisal dibantu Gendut. Mereka berempat tiba-tiba mendatangi kedua tersangka yang sedang ngopi di warung tersebut, lalu membacok tersangka dengan parang yang mereka bawa dari rumah,” katanya.

Saat ini, kata dia, personil Polres Pasaman dan Polsek Rao masih berada di lokasi untuk berjaga-jaga mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi meski situasi kondisi di nagari itu sudah kondusif. Ia juga menghimbau, agar pihak yang bertikai menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Dari informasi yang dihimpun, perkelahian hingga berujung maut ini diduga dipicu oleh dendam lama, yakni pertikaian antara keluarga korban dan keluarga tersangka.
(h/yud)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 1