Seleksi Anggota KPU Pasbar Dinilai Janggal, Mahasiswa Demo

Anggota Bawaslu Sayangkan Sikap KPU

ilustrasi*

 

 

PASBAR, HARIANHALUAN.COM–Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Persatuan Mahasiswa Pasaman Barat, melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum setempat terkait seleksi anggota KPU periode 2018-2023, Rabu (4/4).

“Kami menilai dalam seleksi anggota KPU yang sedang berlangsung ini banyak kejanggalan dan tidak profesional,” kata koordinator aksi, Robby.

Ia menilai tim seleksi yang terbentuk di Provinsi Sumbar melalui penetapan KPU RI tidak jeli dalam menyeleksi peserta yang ikut seleksi. Pihaknya menduga ada beberapa peserta seleksi yang tergabung dalam partai politik yang masih bertahan ikut tes hingga saat ini.

“Kami sengaja menyampaikan aspirasi ini di KPU dengan harapan tim seleksi di provinsi dapat memperoleh informasi bahwa ada tuntutan mahasiswa dari Pasaman Barat,” katanya.

Menurutnya, dari hasil temuan dilapangan ada sejumlah peserta yang terindikasi masuk dalam kepengurusan partai politik. Bahkan tercatat pernah ikut Pemilihan Legislatif.

“Seharusnya tim seleksi harus selektif meloloskan peserta saat tes administrasi. Kami ingin anggota KPU kedepannya benar-benar profesional, independen dan bersih,” ujarnya.

Pihaknya meminta tim seleksi meninjau ulang peserta yang lulus hingga tahapan saat ini. Kalau perlu tim seleksi membatalkan dan seleksi ulang.

“Bahkan ada peserta yang lulus hingga saat ini yang sudah pernah secara etika diperingati oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilihan Umum RI. Tolong tinjau ulang kembali,” harapnya.

Pihaknya juga akan mengirim surat ke tim seleksi yang ada di Padang, KPU RI dan pihak terkait lainnya.

Sementara itu Ketua KPU Pasaman  Barat, Syafrinaldi didampingi komisioner, Eki Kurniawan mengatakan pihaknya tidak ada kewenangan untuk proses seleksi anggota KPU.

“Kami kira mahasiswa seharusnya mempertanyakan ke tim seleksi wilayah tiga Sumbar. Kami sendiri saja ikut seleksi,” kata Syafrinaldi.

Menurutnya secara kewenangan, KPU Pasaman Barat memiliki tugas untuk pengumuman seleksi di media massa, papan pengumuman di KPU dan media sosial.

“Untuk pengumuman pencalonan atau seleksi, KPU Pasaman Barat menginformasikan di media massa, media sosial dan papan pengumuman di kantor KPU. Itu sebagai bentuk transparansi karena pengumuman itu dianggarkan,” sebutnya.

Ia mengatakan tim seleksi anggota KPU dibentuk oleh KPU RI dan tidak ada kaitannya dengan KPU Pasaman Barat mengenai pembentukan tim seleksi.

“KPU Pasaman Barat tidak ikut campur mengenai proses seleksi. Kewenangan tim seleksi ada sama KPU RI,” ujarnya.

Mengenai ada dugaan peserta seleksi yang terlibat aktif dalam partai politik pihaknya tidak mengetahuinya.

“Alangkah baiknya tanyakan sama tim seleksi. Kalau perlu buat surat resmi dengan data yang jelas,” sarannya.(h/ows)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 3 =