Sejumlah Nagari di Solok Selatan Direndam Banjir

Anak sekolah di Kampung Terandam, nagari Pasar Muara Labuh, masih tetap sekolah meski harus melewati luapan sungai yang merendam nagarinya, Sabtu (10/3) pagi. (Afrizal Amir)

 

 

PADANG ARO – Akibat intensitas hujan yang tinggi sejak Jumat (9/3) pagi, hingga Sabtu (10/3), menyebabkan beberapa nagari di Solsel terendam banjir, karena meluapnya Batang Bangko dan Batang Suliti.

Menurut warga Apriadi Nursal, di Kampung Tarandam ,Nagari Pasar Muara Labuh, tercatat lebih kurang puluhan rumah terendam banjir, dari total 250 rumah yang ada di daerah ancaman banjir.

Sedangkan di Nagari Koto Baru selain merendam lapangan bola kaki yang baru saja siap renovasi, aliran sungai batang bangko juga menyebakan terhentinya pekerjaan pembangunan penanggulangan bencana yang dibiayai APBN sebesar Rp110 miliar.

Di Pauh Duo, aliran sungai Batang Bangko Ketek memporak porandakan jembatan darurat pengubung masyarakat dari Janjang Kambiang ke Batu Bajarang yang pembangunannya baru saja siap atas bantuan pihak PT Supreme Energy dan PT Rekin.

Jembatan darurat bagi masyarakat, guru dan murid sekolah MIN dan Pondok Pesantren Andalusia yang terletak di Batu Bajarang juga putus diterjang aliran sungai Batang Bangko. Sehingga keluar masuk masyarakat jika mau ke Batu Bajarang harus memutar jalan ke arah Sungai Duo, dengan jarak tempuh lebih kurang 8 km.

Wali Nagari Luak Kapau ALP, Syahibul Izar didampingi pimpinan Ponpes Andalusia, Buya Azhari kepada Singgalang dilokasi kejadian mengatakan, Jorong Batu Bajarang saat ini terisolir.

Masih menurut Shaibul Izar, saat ini, aliran Sungai Batang Bangko Ketek juga telah menghancurkan tanggul sungai. Jika hujan masih berlanjut, maka ancaman lebih besar lagi untuk keselamatan warga dan lahan pertanian disepanjang aliran sungai Batang Bangko Ketek ini.

Untuk itu pihak, segera akan meminta bantuan ke kabupaten untuk pengamanan tanggul yang sudah ambruk tersebut.

Terkait musibah itu, Kabid Kedarutan dan logistik BPBD Solsel, Herwin, mengatakan saat ini, pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu kalau ada korban musibah bencana. Selain itu pihaknya juga mendata kerugian akibat bencana tersebut.

Ditempat terpisah, Wakil Bupati Solok Selatan, H. Abdul Rahman mengatakan, pihak segera meminta OPD terkait melakukan tindakan prepentif guna membantu korban yang terkena musibah. Selain itu juga bakal meminta OPD terkait, menganalisa dan membangun jembatan yang rusak di Pauh Duo. Sehingga, kejadian yang memutuskan akses masyarakat dapat di minimalisir.(af)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 34 = 38