Sejumlah Kasus Rubella Ditemukan di Pariaman

Sejumlah Kasus Rubella Ditemukan di Pariaman

Imunisasi rubela oleh dinas kesehatan pariaman

 

 

 

Minangkabaunews, PARIAMAN – – Campak dan rubella adalah penyakit infeksi yang menular melalui saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes). Kasi Surveilens imunisasi Dinas Kesehatan Kota Pariaman Desi Irawati mengatakan rentang dalam kurun waktu antara 2016 hingga 2018 telah terjadi 4 kasus rubella di Kota Pariaman.

“Fakta ini baru terungkap beberapa waktu terakhir karena intensnya kita melakukan sosialisasi ditengah-tengah masyarakat tentang bahaya dan dampak rubella bagi ibu hamil terhadap janin yang dikandungnya,” ungkap Desi saat pencanangan imunisaai campak dan rubella di MTS N1 Desa Pauh Barat pada Rabu (1/8/2018)

Salah satu tanda bayi yang terkena CRS adalah bayi tersebut mengalami mikrosefalus yang terlihat dari lingkar kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Otomatis, bayi mikrosefalus memiliki volume otak yang lebih kecil sehingga mengalami keterlambatan pertumbuhan. Selain itu bayi juga berpotensi mengalami katarak dan gangguan pendengaran.

Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh masyarkat Pariaman mengikuti Kampanye Pencegahan Campak dan Rubella yang digelar dengan memberikan vaksin melalui injeksi secara gratis. “Ini adalah hal yang sangat penting demi menciptakan generasi penerus yang sehat,” ujarnya.

Campak dan Rubella sendiri merupakan penyakit yang sangat menular. Ia mengatakan, anak-anak dan remaja yang belum pernah diimunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini maka memiliki risiko tinggi untuk tertular. Meski belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini, penyebaranya dapat dicegah dengan imunisasi vaksin Measles Rubella (MR).

Desi menuturkan selain rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap dampak penyakit campak dan rubella, ditambah lagi minimnya ibu hamil memeriksakan kandungan ke Posyandu atau Puskesmas terdekat.

“Setelah terungkap dari pengakuan orang tua/ibu bayi yang terdampak penyakit rubella ketika hamil dan sesudah melahirkan didapatkan fakta bahwa ada 4 kasus yang telah terjadi dari tahun sebelumnya 2016-2018,” pungkas Desi.

Lanjutnya, Diantaranya 1 abortus/keguguran, dan dua orang anak cacat. Dan Yang satu lagi meninggal karena prematur setelah lahir dalam usia kandungan 7 bulan.

Sementara itu, Wakil Walikota Genius Umar mengatakan, Pelaksanaan kampanye dan introduksi imunisasi MR di Kota Pariaman memang harus mendapatkan perhatian lebih dari kita bersama agar berjalan lancar dan sukses. Hal itu penting dan harus kita lakukan mengingat adanya fakta-fakta memprihatinkan terkait penyakit��rubella ini.

“Fakta pertama adalah data epidemiologi yang menyebutkan populasi kolompok masyarakat yang rentan campak berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan adanya akumulasi anak balita yang tidak mendapatkan imunisasi dan anak-anak yang tidak mendapatkan kekebalan setelah pemberian satu dosis vaksin campak,” ujar Genius.

Lebih lanjut, ia menjelaskan fakta berikutnya rubella atau campak Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang�ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit yang sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat�vaksin�campak.

“Dua fakta inilah yang telah mendorong Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bersama-sama dengan WHO dan UNICEF melakukan kajian tentang pentingnya pemberian imunisasi tambahan MR, dengan sasaran pelaksanaan kegiatan imunisasi seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun untuk Kota Pariaman dengan sasaran imunisasi berjumlah kurang lebih 24.504 anak,” tutur Genius.

Wawako Pariaman mengharapkan Kepada seluruh warga masyarakat Kota Pariaman yang memiliki Balita yang belum mendapatkan imunisasi MR agar secara suka rela mendatangi pos-pos pelayanan imunisasi karena sejatinya adalah peran serta dan aktif kita semua untuk mencegah terjadinya KLB rubella di Kota Pariaman.

Terkhusus kepada organisasi profesi kesehatan, seperti IDAI, IDI, IBI, PPNI, AKLI, IAI dan lain-lain, Genius Umar himbau agar dapat mendukung kegiatan imunisasi massal dan introduksi imunisasi MR ini dengan membuat surat edaran ke masing-masing anggotanya untuk mendukung pelaksanaan imunisasi massal dan introduksi MR ini dengan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pariaman.

Sementara itu, dalam laporannya, Kadis Kesehatan Kota Pariaman Bachtiar menuturkan Untuk Tahap I,��Imunisasi Massal MR dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 ini, pada seluruh PAUD, TK, SD/MIN Sederajat, SMP/MTSN sederajat yang berada di Kota Pariaman, untuk anak yang berumur 6 tahun sampai kurang dari 15 tahun.

“Sedangkan untuk Tahap II, Imunisasi Massal� MR��dilaksanakan di seluruh Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan pos imunisasi lainnya di Kota Pariaman pada bulan September 2018, untuk anak berumur 9 bulan sampai 6 tahun,” singkatnya.

Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella (MR) ini juga menghadirkan seorang balita bernama Fadilla (7 bulan) yang terkena virus tersebut sejak dalam kandungan.

Acara dimeriahkan dengan drama kolosal pementasan bahaya campak dan rubella oleh perwakilan dari siswa-siswi SMA 1 Kota Pariaman. (Warman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =