Sebanyak 1,98 Juta Siswa SMA Ikuti Ujian Nasional Hari Ini

Sebanyak 1,98 Juta Siswa SMA Ikuti Ujian Nasional Hari Ini

Pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Jakarta, Senin (10/4/2017). (CNN Indonesia/Safir Makki)

 

Jakarta, CNN Indonesia — Sebanyak 1.983.568 siswa sekolah menengah atas akan mengikuti ujian nasional di 21.143 sekolah. Namun belum semua siswa sudah mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Dilansir dari Antara, sebanyak 1.812.565 di 18.353 atau 91 persen siswa sudah mengikuti UNBK sementara 171.003 siswa masih mengikuti UN berbasis kertas pensil di 2.790 sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengklaim persiapan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat, 9-12 April, sudah matang.

“Persiapan sudah matang. Berbagai kekurangan yang terjadi tahun lalu diusahakan bisa disempurnakan di dalam pelaksanaan UN tahun ini. Tetapi memang masih banyak hal yang harus dibenahi,” ujar dia, di Jakarta, Minggu (8/4.

Dalam pelaksanaan UN, khususnya yang UN berbasis komputer (UNBK), masalah yang muncul bersifat klasik. Yakni, jaringan internet dan listrik.

Disinggung mengenai keluhan biaya tambahan di sejumlah sekolah karena pelaksanaan UNBK, Muhadjir menambahkan biaya tambahan itu dimungkinkan asal prosedur dan ketentuannya tidak menyimpang.

“Pemenuhan sarana seperti komputer dilakukan secara bertahap. Dari tahun ke tahun ada penambahan”.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonsia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan UN masih diwarnai kesulitan sinkronisasi karena kesiapan teknisi yang kurang memadai khususnya di Madrasah Aliyah (MA).

“Mereka kekurangan jumlah komputer sehingga sekolah harus pinjam ke pihak-pihak lain, dan biaya tambahan yang lebih besar dibandingkan jika UN berbasis kertas, apalagi sebagian besar melakukan UNBK dalam tiga sesi walaupun ada yang satu sesi seperti sekolah swasta di Jakarta,” kata Heru.

Berdasarkan pantauan FSGI, persiapan sarana UNBK SMA mencapai 71 persen menunjukkan kesiapan sarana Computer Based Test (CBT) yang berasal dari sekolah tersebut. Sementara, 29 persen minim komputer. Alhasil, penyelenggara UNBK SMA harus meminjam dari siswa, guru, dan sekolah lain. (arh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

26 − 21 =