SATPAM DILAKBAN, GAGAL BOBOL ATM Rampok Bersenpi Beraksi di Pangkalan

Rampok Bersenpi Beraksi di Pangkalan

SEORANG petugas kepolisian memasang police line di lokasi ATM yang dikupak maling. Aksi pengupakan mesin ATM, marak akhir-akhir ini, termasuk di wilayah hukum Kabupaten Limapuluh Kota.

 

 

LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Aksi perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Limapuluh Kota, persisnya di kawasan Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN VI), Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Sabtu (7/4). Para pelaku mencoba menggasak uang dalam mesin ATM, namun gagal.

Hasil rekaman CCTV yang didapatkan jajaran Satreskrim Polres Limapuluh Kota, pelaku diduga tiga orang. Selain itu, senjata api yang digunakan diperkirakan merupakan jenis rakitan yang didapatkan dari pasar gelap. “Benar. Aksi ketiganya terekam CCTV dan kini dalam pengejaran oleh petugas,” kata AKBP Haris, Kapolres Limapuluh Kota didampingi Iptu Abdul  Kodir Jailani, Kapolsek Pangkalan, Minggu (8/4) siang.

Diterangkannya, pelaku yang berjumlah tiga orang itu datang secara tiba-tiba dari belakang ATM dan langsung mengancam satpam yang bertugas menjaga mesin tersebut dengan senjata api laras pendek. Takut karena ancaman, satpam terpaksa diam dan pasrah saja ketika diikat. Mulut satpam dilakban. Ketika dalam kondisi tak berdaya, pelaku membuang satpam tidak jauh dari lokasi ATM. “Satpam cuma diikat dan dibuang. Dari hasil olah TKP, tidak ada kekerasan pada  satpam yang berjaga saat itu,” ucapnya lagi.

Sampai saat ini, petugas kepolisian masih berupaya menyelidiki kasus tersebut. Bahkan, rekaman CCTV yang terpasang di mesin ATM tengah dipelajari petugas kepolisian. Garis polisi turut dipasang sekitar lokasi ATM  di perkebunan sawit tersebut. Iptu Abdul  Kodir Jailani menduga, ketika pembobolan ATM tersebut, merupakan pemain baru. Hal itu berdasarkan hasil olah TKP dan cara pelaku dalam menjalankan  aksinya. “Untungnya, uang yang ada di dalam ATM tidak berhasil di bobol. Pelaku diduga adalah pemain baru,”ucapnya lagi.

Secara terpisah tokoh masyarakat Nagari Malintang, Chandra turut prihatin dengan adanya  aksi perampokan yang terjadi di kampung halamannya itu. Anggota DPRD Limapuluh Kota tersebut  mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati. “Sekarang ini mulai marak aksi kriminal di Nagari Gunuang Malintang. Beberapa hari terakhir ini, pencurian sepeda motor kerap terjadi. ATM dimaling orang. Karena itu, kita minta masyarakat terus waspada dan hati-hati,” terang Chandra.

Politisi Partai Hanura itu mengatakan, semakin maraknya aksi kejahatan, terutama pada malam hari, karena itu masyarakat Nagari Gunuang Malintang  berinisiatif untuk meningkatkan ronda. “Kami sudah rapat bersama, ronda kembali diaktifkan. Malam besok, ronda  sudah mulai di delapan jorong untuk antisipasi aksi kejahatan ini,” terang pria yang akrab disana Haji Cal tersebut. (h/ddg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 34 = 35