RUSAK DAN BERGELOBANG Jalan Nasional Bahayakan Pengendara

Jalan Nasional Bahayakan Pengendara

RUSAK DAN BERGELOMBANG – Jalan terban dan bergelombang diruas jalan Waringin-Pasar Baru Durian, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto yang semakin parah dan membahayakan pengendara.

 

 

SAWAHLUNTO, HALUAN – Pengendara yang melintasi Kota Sawahlunto mengeluhkan kerusakan pada beberapa titik ruas jalan di daerah itu. Setidaknya diruas jalan nasional dari Muarokalaban, Kecamatan Silungkang sampai Sijantang, Kecamatan Talawi ada sekitar lima titik jalan yang rusak baik itu terban, bergelombang maupun berlobang.

Salah satunya jalan bergelombang yang hampir setiap waktu menjadi alasan klasik karena jalan yang katanya untuk perbaikan dan pemeliharaannya adalah kewenangan provinsi itu kembali bergelombang meski terus dilakukan penambalan yakni di ruas jalan Waringin-Pasar Baru, Kecamatan Barangin Sawahlunto.

Suryadi (38), salah seorang pengendara yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut mengaku was-was saat melintas terlebih saat berapasan dengan kendaraan lain dan dimalam hari.

“Saya rasa jalan bergelombang itu telah cukup lama terjadi. Biasanya dilakukan penambalan oleh pihak terkait. Tapi tidak akan bertahan lama. Jalan itu kembali bergelombang. Seharusnya ada solusi terkait jalan ini, karena sangat membahayakan pengendara terlebih kendaraan roda dua. Jika diamati sepertinya tidak ada perhatian untuk diperbaiki,” kata Suryadi.

Suryadi menambahkan ada beberapa titik serupa yang penanganannya juga sama, sacara perlahan jalan yang telah diperbaiki dengan cara ditambal itu akan kembali bergelombang.

“Kita masyarakat tidak tahu jalan itu wewenang siapa, yang jelas bagi kami jalan yang rusak diperbaiki. Jalan yang ada seharusnya mulus tidak ada kerusakan seperti yang terjadi. Tidak satu titik saja tapi ada beberapa titik jalan yang rusak,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan pengendara lain Insan (29). Karyawan asal Kota Padang itu juga mengeluhkan kondisi jalan yang berlobang dan bergelombang tapi terkesan tidak diperhatian agar diperbaiki.

“Saya hampir setiap hari lewat sini karena tempat bekerja harus lewat jalan ini. Sudah lama rasanya jalan ini rusak tapi tidak juga diperbaiki. Kalau saya tanya sama orang kenapa tidak diperbaiki jawabannya, jalan nasional ini tanggungjawabnya ada di provinsi jadi Pemko setempat tidak bisa atau tidak berwenang memperbaikinya,” ungkal Insan.

Insan menyebutkan, siapapun yang berwenang atau jalan ini milik siapa, masyarakat hanya tahu bahwa jalan berlobang yang bisa membahayakan keselamatan pengendara itu harus segera diperbaiki. Kalau memang jalan itu wewenang provinsi, sebutnya, paling tidak pemerintah setempat harus bisa melaporkan dan mendorong agar cepat diperbaiki.

“Mau itu jalan nasional atau jalan daerah, kalau sudah rusak atau berlobang tetap saja harus diperbaiki. Kita tahunya jalan yang katanya didanai dari pajak yang kita bayar harus cepat diperbaiki,” ungkapnya.

Pantauan Haluan, mulai dari ruas jalan Muarokalaban hingga Talawi cukup banyak jalan yang bergelombang dan berlobang. Yang membahayakan adalah adanya jalan teban dan bergelombang di ruas jalan Sungai Durian, Kelurahan Durian II dan ruas jalan Pasar Baru Durian I, badan jalan Kelok S di depan rumah dinas Walikota Sawahlunto yang terban, termasuk ruas jalan kota tua Pasar remaja dan jalan simpang napar menuju PLTU, namun hingga sekarang belum ada tanda tanda akan diperbaiki.

SebelumnyaKepala Balai Besar Pelaksana Jalan Wilayah III Sumbar-Bengkulu, Syaiful Anwar menyebutkan, pihaknya segera melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi di sepanjang Jalan Kelok S, yang merupakan akses jalan nasional menuju pusat kota tua Sawahlunto.

Menurutnya, dalam empat atau lima hari ke depan, akan dilakukan penandatangangan kontrak dengan pemenang tender, sehingga pekerjaan bisa dilakukan secepatnya dalam Februari atau Maret tahun ini.

Pihak Pemko Sawahlunto sawahlunto sendiri menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Balai Besar Sungai bahkan tim provinsi langsung mendatangi Kota Sawahlunto untuk melihat langsung kondisi ril yang terjadi. Dikarenakan ini jalan nasional dan kewenangannya provinsi, maka pihak Pemko Sawahlunto melakukan koordinasi dengan tim Balai Besar Sungai Provinsi dan telah melakukan rapat koordinasi. (h/mg-rki/hel)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

53 − 45 =