Rupiah Jatuh ke Rp14.052/USD, Terparah di Asia

Rupiah Jatuh ke Rp14.052/USD, Terparah di Asia

 

JAKARTA – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melanjutkan pelemahan di pasar spot pada Selasa (8/5/2018) petang. Mata uang NKRI ditutup jatuh 51 poin atau 0,36% ke level Rp14.052 per USD.

Awal perdagangan, rupiah di indeks Bloomberg dibuka melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.004, dibanding penutupan Senin yang tembus ke Rp14.001 per USD. Selasa ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.004-Rp14.053 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat, rupiah pada Selasa petang ini terdepresiasi 53 poin atau 0,38% ke Rp14.048 per USD, dibanding penutupan kemarin di Rp13.995 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.993-Rp14.050 per USD.

Melansir dari Reuters, dolar AS mendekati level tertinggi empat bulan pada hari ini, berkat hasil treasury yang lebih tinggi dan prospek ekonomi AS yang optimis. Sehingga meninggalkan rival utamanya euro.

Kenaikan hasil treasury AS dan data ekonomi yang solid, telah mendorong dolar terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Ditambah data tenaga kerja AS mendukung ekspektasi agar The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Alhasil, indeks USD terhadap enam mata uang utama lebih tinggi 0,1% menjadi 92,864, usai mencapai level 92,984 semalam, level tertinggi sejak 28 Desember 2017.

Berototnya dolar AS membuat rupiah menjadi mata uang paling melemah terparah di kawasan Asia pada hari ini, dengan depresiasi 0,36%. Menyusul baht Thailand -0,16% dan ringgit Malaysia -0,13%.

Dan dari faktor domestik, rupiah semakin tertekan karena posisi cadangan devisa akhir April hanya USD124,9 miliar, turun dari posisi Maret sebelumnya, USD126,0 miliar. Dan kemarin, BPS merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 sebesar 5,06%, jauh di bawah ekspektasi pasar yang mencapai 5,18%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 8 =