Ribuan warga tolak pembangunan waduk Rokan Kiri Riau

aksi di riauHak atas fotoDEDY SUTISNA UNTUK BBC INDONESIA

Ribuan warga yang berasal dari beberapa elemen serta masyarakat di empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, Riau melakukan unjuk rasa menolak pembangunan waduk Rokan Kiri di Kabupaten Rokan Hulu.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cipang ini berunjuk rasa di depan kantor gubernur Riau di Pekan Baru, Selasa (9/5), seperti dilaporkan Dedy Sutisna, seorang wartawan di Riau.

Mereka menyebut, pembangunan waduk Rokan Kiri akan menenggelamkan Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Cipang Kanan dan Desa Tibawan, dan membuat penduduknya tergusur dan tercerabut dari kehidupan mereka.

“Pembangunan waduk ini menimbulkan potensi hilangnya sumber penghidupan bagi 15.000 jiwa di empat desa yang luasannya mencapai 6.000 hektar lahan yang didalamnya terdapat kawasan pemukiman dan menghilangkan potensi alam diantaranya Goa Kelambu Kuning, Puncak Vila Berkurung Embun,” ungkap Ali Mahmuda, staf advokasi dan kampanye Walhi Riau, yang turut dalam aksi itu.

“Membayangkan pembangunan waduk Rokan Kiri seperti membayangkan luka, bisakah negara menghitung kerugian hilangnya adat dan budaya ribuan masyarakat yang nanti tidak memiliki kampung halaman lagi jika waduk ini dibangun,” tambahnya.

Aksi di RiauHak atas fotoDEDY SUTISNA UNTUK BBC INDONESIA

Warga dan pegiat lingkungan berdatangan dari berbagai daerah.

 

Unjuk rasa berlangsung sehari setelah kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pekanbaru, Senin (8/5).

Di sela kunjungannya itu, Presiden Jokowi sudah diberitahu soal penolakan itu.

“Itu teknis harus dikomunikasikan dengan baik. Saya sudah telpon Kementerian PU agar membicarakan dengan masyarakat baik-baik,” kata Jokowi, saat ditanya wartawan tentang penolakan itu.

“Tentunya jangan merugikan masyarakat tanah yang akan dipakai waduk itu. Di daerah lain juga sama, namun harus diajak komunikasi dan diajak mencari solusi” ujar Jokowi

aksi priauHak atas fotoDEDY SUTISNA UNTUK BBC INDONESIA

Warga meminta Jokowi membatalkan rencana pembangunan waduk itu.

 

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, pembangunan waduk Rokan Kiri merupakan Proyek Strategis Nasional guna memenuhi kebutuhan debit air untuk irigasi, air bersih dan sumber listrik.

Aliansi Masyarakat Cipang meminta agar Presiden Joko Widodo melakukan revisi Peraturan Presiden Nomor 58 tahun 2017 dengan mengeluarkan rencana pembangunan waduk Rokan Kiri dari Proyek Strategis Nasional. Meminta Gubernur Riau untuk meneruskan surat penolakan terhadap rencana pembangunan waduk Rokan Kiri kepada Presiden.

unjuk rasaHak atas fotoDEDY SUTISNA UNTUK BBC INDONESIA
Pengunjuk rasa curiga, pembangunan waduk sebetulnya untuk kepentingan perusahaan sawit.

 

Seorang orator menuding, pembangunan waduk itu hanya untuk kepentingan sekelompok orang saja.

“Kebutuhan listrik, air bersih dan irigasi di Propinsi Riau hari ini sudah cukup tersedia,” kata orator itu .

“Maka menjadi pertanyaan, 80 megawatt listrik yang dihasilkan dari waduk ini untuk siapa? Ada indikasi kebutuhan air bersih, irigasi dan sumber listrik ini nantinya diperuntukkan kepada perusahaan industri perkebunan skala besar saja!” kata sang orator, disambut massa.

Unjuk rasa sempat berlangsung panas. Beberapa pengunjuk rasa melempar plastik air mineral dan sisa nasi bungkus kepada aparat yang melakukan pengamanan. Namun tak sempat terjadi bentrokan karena korlap dilapangan dapat menenangkan massa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 29 = 38