Ribuan Pendaki Akan Rayakan Pergantian Tahun di Gunung Kerinci

Jambi – Sedikitnya 1.000 orang pendaki dan pencinta alam akan merayakan malam pergantian tahun 2017 di Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Tingginya minat para pendaki dan pencinta alam merayakan malam pergantian tahun di gunung yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut karena pendakian ke puncak gunung itu dinyatakan aman.

“Minat pendaki dan pencinta alam mendaki Gunung Kerinci selama Desember ini cukup tinggi karena Gunung Kerinci masih aman untuk didaki. Kami perkirakan ada ribuan orang pendaki dan pencinta alam yang merayakan malam pergantian tahun di Gunung Kerinci,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) Kerinci, Nur Hamidi di Kerinci, Rabu (27/12).

Menurut Nur Hamidi, jumlah pendaki dan pencinta alam yang mengisi liburan di Gunung Kerinci selama Desember 2017 sudah mencapai 487 orang. Jumlah pendaki Gunung Kerinci tersebut masih terus bertambah hingga mencapai ribuan orang pada malam akhir tahun 2017.

“Ratusan orang pendaki dan pencinta alam kini sudah berada di Kerinci untuk merayakan malam pergantian tahun di Gunung Kerinci. Sebagian pendaki berasal dari luar negeri. Mulai Kamis (28/12), para pendaki sudah mulai berangkat menuju Gunung Kerinci,” katanya.

Dijelaskan, kendati Gunung Kerinci yang saat ini berstatus waspada level II atau masih cukup aman untuk pendakian, pihak BBTNKS Kerinci tetap memberikan peringatan kepada paara pendaki. Para pendaki diminta tidak memaksakan diri mendaki sampai ke puncak Gunung Kerinci jika cuaca buruk.

“Peringatan ini kami sampaikan mencegah adanya pendaki Gunung Kerinci yang mengalami kecelakaan. Karena itu kami mengharapkan para pendaki Gunung Kerinci mematuhi ketentuan-ketentuan pendakian yang kami berikan,” katanya.

Menurut Nur Hamidi, untuk membantu para pendaki, pihaknya menugaskan puluhan petugas untuk memandu pendakian ke Gunung Kerinci. Selain itu para pencinta alam Kerinci juga turut membantu para pendaki dan pencinta alam dari luar daerah dan luar negeri melakukan pendakian ke Gunung Kerinci.

Dijelaskan, pendakian ke Gunung Kerinci saat ini memiliki dua jalur. Jalur pertama melalui Kersik Tuo, Kerinci. Sedangkan jalur kedua melalui Solok, Sumatera Barat. Jalur pendakian melalui Kersik Tuo memiliki empat shelter (pos perhentian). Shelter I – II dengan ketinggian 2.505 mdpl memiliki kondisi tanah padat dan pepohonan berakar.

Kemudian Shelter II – III sekitar 3.056 meter dpl memiliki kondisi jalan mendaki, sempit dan curam. Shelter III – Tugu Yudha sekitar 3.291 mdpl kondisinya juga curam dan mendaki. Sedangkan pada shelter Tugu Yudha – Puncak kondisinya penuh batu cadas namun mulai lokasinya datar.

Jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok, lanjut Nur Hamidi memiliki tiga shelter. Shelter I – II sekitar 1.890 m dp masih landai . Shelter II – III sekitar 2.010 meter dpl penuh batu berlumut. Sedangkan Shelter III sekitar 2.225 mdpl jalan licin, mendaki, curam dan berair.

“Dua jalur pendakian ke Gunung Kerinci sama-sama berat dan membahayakan bila cuaca ekstrem. Para pendaki harus ekstra hati-hati mendaki hingga ke puncak Gunung Kerinci bila hujan deras dan angin kencang,” katanya.

Selain ke Gunung Kerinci, para pendaki dan pencinta alam juga banyak yang merayakan malam pergantian tahun di Danau Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Situasi Danau Gunung Tujuh lebih aman bagi pendaki dan pencinta alam. Kunjungan ke Danau Gunung Tujuh selama Desember ini cukup tinggi.

“Jumlah pendaki dan pencinta alam yang sudah naik ke Danau Gunung Tujuh selama 1-24 Desember 2017 mencapai 320 orang. Sedangkan pendaki dan pencinta alam yang mendaki ke Danau Gunung Tujuh, Selasa(26/12) mencapai 250 orang. Pendaki ke Danau Gunung Tujuh pada malam pergantian tahun kami perkirakan bisa mencapai ribuan orang,” kata Ketua Pos Penjagaan Danau Gunung Tujuh, Evarizal Mirza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

36 + = 46