RI Sebut Trump Menyimpang soal Perjanjian Iklim

Jakarta, CNN Indonesia — Melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah Indonesia menyatakan penyesalan atas sikap Presiden Donald Trump yang akhirnya memutuskan menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan penanggulangan perubahan iklim internasional.

Perjanjian Iklim Paris disepakati pada 2015 silam dan telah diratifikasi 147 negara termasuk AS. Perjanjian ini bertujuan mengurangi pengeluaran emisi gas pembakaran global.

Kesepakatan ini juga dibentuk sebagai upaya memperlambat peningkatan suhu global sehingga tak melebihi 2 derajat celcius di atas tingkat pra-industri pada 2100 nanti.

Indonesia menganggap perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan kerja sama konkret seluruh pihak mulai dari negara maju, negara berkembang, hingga kelompok pebisnis.
Dalam kesepakatan itu, AS bersama anggota lain yang meratifikasi berkomitmen mengurangi pengeluaran emisi negara sebesar 26-28% dalam satu dekade ke depan.

Namun, harapan berada diujung tanduk setelah Trump mengumumkan pengunduran diri Amerika Serikat dari perjanjian iklim tersebut, satu langkah yang dikecam oleh sekutu negaranya dan para pebisnis.

Sebab, sebagai penghasil karbon terbesar kedua di dunia, Amerika disebut hanya mempersulit upaya global menanggulangi perubahan iklim dengan mengambil langkah tersebut.

Indonesia meratifikasi Perjanjian Paris pada Oktober 2016 lalu. Rancangan Undang-Undang Perjanjian Paris juga telah disepakati DPR dalam rapat paripurna pada 19 Oktober lalu.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

51 + = 53