Rapat DK PBB soal Unjuk Rasa Iran Jadi Arena Mengkritik AS

Rapat DK PBB soal Unjuk Rasa Iran Jadi Arena Mengkritik AS

CNN Indonesia — Rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas demonstrasi di Iran berubah menjadi arena untuk mengkritik Amerika Serikat yang dianggap mencampuri urusan negara lain karena mengusulkan pertemuan tersebut.

Duta Besar Prancis untuk PBB, Francois Delattre, menilai demo di Iran tidak mengancam perdamaian serta keamanan internasional sehingga AS tak seharusnya khawatir.

“Kita harus waspada terhadap upaya mengeksploitasi krisis (demo di Iran) untuk tujuan pribadi, yang justru akan membuahkan hasil yang bertentangan dan terpisah dengan apa yang diharapkan,” kata Francois.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyampaikan pendapat serupa. Menurutnya, langkah AS memanfaatkan situasi Iran saat ini untuk mengganggu kesepakatan nuklir Iran.

Wakil Duta Besar Cina untuk PBB, Wu Haitao, juga menganggap pembahasan demonstrasi dalam DK PBB tidak menjadi solusi masalah internal Iran.

Demo di Iran terjadi sejak akhir Desember lalu. Ribuan orang di beberapa kota seperti Teheran, Kermanshah, Sari, Mashad, dan Kashmar turun ke jalan memprotes kenaikan harga dan dugaan korupsi yang meluas.

Sebagian pedemo juga mengungkapkan kekhawatiran terkait keterlibatan Iran dalam konflik di Timur Tengah, seperti di Suriah dan Irak. Para pengunjuk rasa menuntut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang telah menjabat sejak 1989 untuk lengser.

Setidaknya 23 orang, termasuk seorang polisi, tewas dalam protes ini. Pejabat berwenang mengatakan hingga kini ada 450 demonstran yang telah ditahan, termasuk 200 orang yang di tahan di Ibu Kota Teheran.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan rapat ini penting karena Iran sudah sejak lama diingatkan mengenai penghinaan hak-hak rakyat oleh rezim di negara tersebut.

“Secara tidak sadar berhubungan dengan orang-orang di Iran yang mencari kebebasan untuk diri mereka sendiri, kemakmuran bagi keluarga mereka dan harga diri untuk negara mereka. Kami tidak akan diam. Tidak ada usaha tidak jujur seperti menyebut demonstran sebagai ‘boneka kekuatan asing’ bisa mengubahnya,” kata Haley.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo, mengatakan mengaku memiliki bukti kuat bahwa demonstran ditunggangi pihak asing. Menurutnya, AS telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai anggota DK PBB dengan meminta pertemuan untuk membahas demo tersebut.

“Sangat disayangkan, meski ada perlawanan dari beberapa anggotanya, dewan ini telah membiarkan dirinya dianiaya oleh pemerintahan AS yang mengadakan sebuah pertemuan mengenai sebuah isu yang berada di luar kewenangannya,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

42 − = 32