Polres Bukittinggi Tangkap Pasutri Pengedar Sabu dan Ekstasi

 

Polres Bukittinggi Tangkap Pasutri Pengedar Sabu dan EkstasiWaka Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai, saat memberikan keterangan pers pada awak media, Rabu (11/4).

 

 

BUKITTINGGI – Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, SIK,MH melalui Waka Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai, SIK,MH didampingi Kasat Reserse Narkoba Akp Efriandi Aziz, SH dan Kbo Sat Reserse Narkoba Iptu Rosminarti dalam Konferensi Pers, Rabu (11/4/2018) menjelaskan penangkapan narkoba terbesar yang pernah diungkap oleh Sat Reserse Narkoba Polres Bukittinggi.

Berdasarkan informasi dari masyarakat dan juga hasil penyelidikan berbulan-bulan lamanya dari opsnal Reserse Narkoba, sat reserse narkoba polres Bukittinggi berhasil menangkap pasangan suami isteri, HF (41) yang pada saat itu sedang asik memakai shabu bersama isterinya berinisial SP (27), Selasa tanggal 3 April 2018 jam 02.00 Wib di kawasan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Bukittinggi.

Setelah penangkapan pasangan suami isteri tersebut, kemudian dilakukan pengembangan pada saat penangkapan, dan ternyata di lantai dua rumah lokasi kejadian ditemukan lagi barang narkotika berupa Exstasi.

Selanjutnya Waka Polres, Kompol, Albert Zai mengatakan barang Ekstasi dan Shabu tersebut didapatkan oleh tersangka HF adalah dari temannya di Pekanbaru. Barang narkotika jenis exstasi tersebut dikirim dari Pekanbaru sebanyak 600 buah, dan telah terjual sebanyak 109 buah ke luar Bukittinggi oleh tersangka HF.

“Sehingga pada saat penangkapan berhasil disita sisa exstasi yang masih ada sebanyak 491 buah dan inipun juga mau dijual keluar Bukittinggi dan juga didapatkan Shabu seberat lebih kurang 15 gram, 1 unit timbangan digital, 1 buah tas kecil warna coklat, dan 1 unit HP merk Nokia, dan semua barang bukti tersebut diakui kepemilikannya oleh kedua tersangka dihadapan saksi-saksi dari masyarakat sekitar,” katanya.

“Sudah diketahuinya bahwa barang yang diedarkan dan dijualnya serta yang dipakainya musuh negara, tapi karena ingin cepat dapat uang banyak tanpa memeras keringat maka tersandung hukum negara. Tersangka HF akan mendapatkan uang banyak apabila berhasil menjual exstasi dan shabu tersebut karena tersangka HF dapat menjual barang haram dimaksud sampai ratusan juta,” jelas Kompol Albert Zai.

Kepada tersangka HF dikenakan melanggar pasal 114 jo 112 jo 127 UU No. 35 tahun 2009, dan tersangka SP melanggar pasal 112 jo 131 jo 132 jo 127 UU No. 35 tahun 2009, pungkas Akp Efriandi Aziz, SH. (Iwin SB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

55 − = 48