Polisi Tetapkan Lima Tersangka Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Tenggelamnya KM Sinar BangunTim SAR Gabungan mencari korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. (REUTERS/Beawiharta)

 

 

 

Jakarta, CNN Indonesia — Kepolisian Daerah Sumatera Utara menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan satu tersangka merupakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir berinisial NS.

“Kadishub terbukti lalai,” ujar Paulus di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (28/6).


Mantan Kapolda Papua itu menegaskan NS terbukti lalai dalam mengemban tugasnya hingga menyebabkan banyaknya korban jiwa akibat peristiwa nahas tersebut.

Ia menyebut NS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas musibah itu karena Dinas Perhubungan memiliki kewenangan dalam menerbitkan surat izin berlayar hingga mengawasi pelayaran dan pelabuhan di sekitar Danau Toba.

Selain NS, Paulus mengatakan polisi menetapkan empat tersangka lain diantaranya nahkoda KM Sinar Bangun berinisial PSS, Kepala bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir berinisial RS, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo Samosir berinisial GFP, dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo berinisial KS.

“Jadi sekarang ada lima [tersangkanya], dengan Kadishub Kabupaten Samosir itu,” ujar Paulus.

Paulus mengatakan data ante mortem penumpang yang telah diterima pihak Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Sumut sebanyak 125 orang.

Sedangkan tim SAR Gabungan baru berhasil mengevakuasi sebanyak 22 orang yang terdiri dari 18 orang selamat dan empat orang dalam kondisi meninggal dunia.

“Tim DVI di RSUD Pematang Raya itu sudah didapat kepastian 125 orang yang kemungkinan [jadi korban], pengakuan dari nakhoda kan 150. Jadi kemungkinan kita sekitar ini. Jadi korban yang terdata antara itu 125 sampai 150,” ujarnya.

Terkendala Ganggang Laut

Paulus mengakui kondisi Danau Toba yang sangat dalam dan kontur dasar danau yang dipenuhi ganggang laut menyulitkan para petugas untuk mengevakuasi para korban.

Keterbatasan alat juga menjadi halangan untuk mengangkat objek yang diduga bangkai kapal tersebut.

“Jadi jarak pandang terbatas, kedalaman, dan struktur dalam air laut ada ganggang sangat menyulitkan, kadang ganggang itu bisa membahayakan bagi penyelam juga, tapi itu sedang diupayakan,” kata dia.

Meski begitu, ia memastikan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bakal terus dilanjutkan hingga para korban ditemukan meski waktu pencarian telah melewati batas.

“Harusnya beberapa hari lalu sudah dihentikan menurut UU, tapi karena atensi kita semua kita masih lanjutkan berdasarkan petujuk pimpinan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 2