Polisi nyumbang beli pasir dan semen untuk menambal jalan berlubang di Bukittinggi

Petugas Satlantas Polres Bukittinggi menambal sementara jalanan berlubang bekas galian pipa PDAM di Bukittinggi, Rabu (7/3). (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)

“Kami mencor jalan sepanjang 50 meter dulu, karena bagian ini yang paling sibuk, banyak persimpangan dan ada penurunan, namun kondisinya buruk sehingga mengganggu laju kendaraan..”

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) – Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), menambal sementara jalan berlubang bekas galian pipa PDAM yang tidak kunjung dibenahi agar tidak menyebabkan kecelakaan bagi pengendara.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi, AKP Sukur Hendri Saputra di Bukittinggi, Kamis, mengatakan penambalan sementara dilakukan dengan cara mencor karena keadaan mendesak, dan mengingat kesibukan lalu lintas di ruas jalan itu.

“Sesuai arahan Kapolres Bukittinggi dan berhubung kami dalam kegiatan Operasi Keselamatan Singgalang 2018, hal ini mendesak karena jalan yang rusak bisa jadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Jalan yang ditambal oleh kepolisian karena bekas galian pipa PDAM yaitu bagian Jalan Sudirman sepanjang 50 meter.

Bagian jalan yang diperbaiki itu termasuk lokasi sibuk karena di sisinya terdapat kantor DPRD Bukittinggi dan taman-taman kota serta terhubung ke jalan lain untuk menuju objek wisata Jam Gadang dan Taman Panorama serta fasilitas umum lain.

“Kami mencor jalan sepanjang 50 meter dulu, karena bagian ini yang paling sibuk, banyak persimpangan dan ada penurunan, namun kondisinya buruk sehingga mengganggu laju kendaraan,” katanya.

Selain jalan di depan kantor DPRD Bukittinggi tersebut, besok direncanakan penambalan sementara dilakukan di bagian lain Jalan Sudirman yaitu Simpang Kangkuang dan simpang menuju Rumah Sakit Yarsi.

“Prioritas kami adalah menambal bekas galian yang posisinya membentang membelah jalan. Terutama malam hari, ini sangat rawan kecelakaan,” ujarnya.

Material yang digunakan untuk pengecoran seperti untuk membeli pasir dan semen berasal dari sumbangan para anggota kepolisian setempat yang dengan sukarela mengeluarkan sebagian uangnya.

Seorang pengendara sepeda motor Wardi, mengapreasiasi penambalan sementara jalan bekas galian pipa PDAM tersebut.

“Kondisi jalan bekas galian PDAM ini sudah sejak awal 2018, memang tidak nyaman kalau berkendara, dilihat juga tida bagus,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah setempat yang berwenang terhadap perbaikan jalan segera mengambil langkah memperbaiki ruas jalan lain bekas galian pipa PDAM yang masih terbengkalai setelah selesai dikerjakan penggalian dan penggantian pipa di akhir 2017. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 1