Polisi Akan Proses Laporan Irwan Prayitno

Polisi Akan Proses Laporan Irwan Prayitno

Irwan Prayitno

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Polda Sumbar memastikan mereka akan menindaklanjuti laporan pencemaran nama baik yang disampaikan Gubernur Irwan Prayitno. Dalam laporannya, IP menyeret tiga nama, yakni Yusafni selaku terdakwa kasus dugaan korupsi SPj fiktir, pemilik akun facebook Bhenz Maharajo dan Maidestal Hari Mahesa II.

Menurut Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Drs. Syamsi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, setiap laporan yang masuk pada pihak kepolisian, selagi sesuai dengan prosedur yang ada akan tetap diproses.

“Ya kami sedang memproses laporan dari pak gubernur, sementara prosesnya yang sedang berjalan pemeriksaan beliau,” kata Syamsi saat dikonfirmasi Haluan, Kamis, (3/5).

Sayangnya, Syamsi tak menjelaskan secara detail bagaimana proses laporan terhadap sang gubernur tersebut, apakah sudah dibuatkan berita acara pemeriksaannya (BAP) atau masih belum.

Malam tadi, sempat beredar di kalangan wartawan IP menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk dibuatkan BAP. Informasi ini beredar di kalangan wartawan di Padang melalui pesan di grup whats app. Namun, ketika Haluan mencoba mengecek ke Polda Sumbar, hal itu tak terbukti. Petugas di sana menyebutkan tak ada pemeriksaan yang sedang dilangsungkan terhadap IP selaku pelapor.

Timbulkan Tanda Tanya

Terpisah, laporan IP ke polisi justru disayangkan oleh politisi PDIP Sumbar, Albert Hendra Lukman. Ketua fraksi PDIP-PKB dan PBB DPRD Sumbar itu menyebutkan laporan itu sebagai upaya yang berlebihan.

Dikatakan Albert, pengakuan Yusafni adalah pengakuan seorang terdakwa. Wajar-wajar saja jika Yusafni menyampaikannya, Ia malah beranggapan, bahwa apa yang dikatakan Yusafni tersebut tak sepenuhnya bisa langsung diambil sebagai acuan, karena semua butuh pembuktian.

“Kan Yusafni itu juga mengatakan, bukan gubernur langsung yang mengambil uang, tapi Syafrizal Ucok. Kalau tak ada saksi, itu harus dibuktikan dulu. Kenapa gubernur harus sangat gusar dan marah seperti itu menanggapinya, melihat gubernur yang terlalu reaktif, masyarakat akan bertanya-tanya. Orang gelisah dan resah itu sebenarnya ada apa?,” ujar Albert, Kamis (3/5).

Sebagai kepala daerah, katanya, gubernur harusnya tidak antikritik. Ia harus mau menerima masukan dan saran karena gubernur itu seorang pamong yang mestinya mengayomi masyarakat. Di sisi lain,  masyarakat juga berhak memberi masukan.

Mengenai tindakan Bhenz Maharajo dan Maidestal Hari Mahesa yang memposting pemberitaan Haluan di media sosial, Albert menilai itu juga suatu yang wajar. Bhenz sebagai yang bekerja di Harian Haluan, kata dia, tak ada salahnya memposting berita yang diterbitkan oleh media tempat ia bekerja.

“Apa yang dilakukan saudara Beni (Bhenz) menurut saya itu sudah betul, kan ada rekamannya bahwa itu pengakuan dari Yusafni. Kalau Yusafni berbohong  biarlah pengadilan yang membuktikan, kok malah dilaporkan,” imbuhnya.

Begitu juga dengan Maidestal Hari Mahesa, dalam pandangan Albert, gubenur tak seharusnya melaporkan yang bersangkutan karena memposting pemberitaan yang memuat pengakuan Yusafni. Sebab dengan status Maidestal Hari Mahesa yang merupakan seorang anggota DPRD, wajar saja dia menyampaikan kritikan.

“Anggota DPRD itu kan digaji untuk memberi masukan, kritikan, dan saran berkaitan dengan fungsi pengawasan budgeting, dan fungsi legislasinya. Media massa pun seperti itu, fungsinya adalah untuk kontrol sosial kenapa gubernur harus marah,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat, Nofrizon menuturkan, soal lapor melapor itu adalah hak azazinya gubenur. Namun demikian, jelas dia, sebelum melakukan itu harusnya Irwan Prayitno menyikapi persoalan yang ada dengan kepala dingin.

“Kalau gubenur main lapor seperti itu,  masyarakat yang kritis akan lebih kritis lagi, mereka akan menyoroti setiap kebijakan-kebijakan gubernur apakah sudah berjalan sesuai aturan atau tidak. Ini akan membuka peluang untuk itu,” tukas Nofrizon. (h/len/mg-hen)\

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 3 =