Pesona Bukik Baka jadi Destinasi Wisata Baru di Agam

AGAM – Kabupaten Agam kaya akan objek wisata yang menawan. Salah satu objek yang baru ditemukan adalah Bukik Baka, yang berada di Jorong Guguak Rang Pisang, Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek.

Menurut Camat Kamang Magek, Hermezi, objek tersebut ditemukan secara tidak sengaja, berawal dari niat untuk memperbaiki kolam ikan, yang sudah lama terlantar.

 “Kolam sekitar setengah hektar itu berpotensi untuk usaha budi daya ikan. Namun setelah dibersihkan, ternyata disana terdapat sebuah dinding cadas yang indah dan bagus untuk dikembangkan menjadi objek wisata,” katanya saat berbincang-bincang dengan Padangmedia.com, Jumat (29/6).

Dikatakan, pihak Pemerintah Nagari bersama pemuka masyarakat setempat melakukan pembenahan, sehingga kolam yang persis berada di kaki Bukik Baka itu kini menjadi objek yang banyak pengunjungnya.

Dinding batu cadas dengan tinggi sekitar 25 meter itu berdiri kokoh dan indah. Disana juga terdapat sebuah gua. Menurut penuturan tetua setempat, di sana pernah ditemukan amunisi aktif (peluru). Namun tidak diketahui secara pasti apakah peluru itu milik pejuang, atau milik para penjajah.

“Kami akan menyelidikinya. Mungkin saja gua tersebut pernah berperan dalam perang kemerdekaan dulu,” ujarnya.

Saat ini, di sekitar kolam tersebut 26 warga mendirikan kedai makanan dan minuman. Pada libur lebaran baru-baru ini, omset mereka sampai jutaan rupiah setiap harinya.

Pada libur lebaran, pengunjung memang luar biasa. Diperkirakan antara 3.500 sampai 5.000 setiap harinya. Sedangkan pada hari biasa, tidak kurang dari 1.000 pengunjung setiap hari.

“Pada hari libur atau Sabtu dan Minggu, pengunjung diperkirakan mencapai 2.000- an setiap hari,” ujarnya lagi.

Sedangkan puncak bukit, menurut rencana akan dijadikan lokasi start paralayang.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam melalui Kabid Pengembangan Objek Wisata Rinaldi menyebutkan, objek tersebut memang menawan. Letaknya sekitar 2 Km dari Kantor Camat Kamang Magek. Kondisi jalan sampai ke kolam cukup bagus. Namun, jalan dari kolam ke puncak bukit baru berupa jalan setapak.“Puncak Bukik Baka memang bagus untuk area start paralayang. Sayangnya belum ada jalan yang layak tempuh dari kaki bukit sampai ke puncaknya,” tandasnya. (Fajar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

69 + = 78