Penduduk Miskin Sumbar Berkurang 4.052 Orang

Padang, (Antaranews Sumbar) – Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat jumlah penduduk miskin di provinsi itu berkurang 4.052 orang dari periode Maret ke September 2017.
“Pada Maret 2017 penduduk miskin di Sumbar mencapai 364.051 ribu orang, September 2017 turun menjadi 359.099 jiwa,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Rabu (3/1).
Menurutnya berdasarkan wilayah jumlah penduduk miskin di perkotaan turun dari 5,14 persen menjadi 5,11 persen dan di perdesaan turun dari 8,10 persen menjadi 7,94 persen.
Ia menyampaikan dalam 10 tahun terakhir penduduk miskin Sumbar turun cukup siginifikan dari 529.002 ribu jiwa pada 2007 menjadi 359.099 jiwa pada 2017.
“Angka ini cukup siginifikan karena pada 2007 mencapai 11,90 persen dan 2017 menjadi 6,75 persen,” ujar dia.
Ia menjelaskan untuk mendata jumlah penduduk miskin BPS menggunakan indeks garis kemiskinan yaitu rata-rata pengeluaran per kapita per bulan, yang digunakan untuk mengklasifikasikan penduduk ke dalam golongan miskin atau tidak miskin.
Garis kemiskinan yang digunakan untuk menghitung penduduk miskin September 2017 adalah Rp455.797 per kapita per bulan, lanjut dia.
“Artinya kalau ada yang pengeluaran per kapita per bulan hanya Rp455.797 masuk kategori miskin,” kata dia.
Ia mengemukakan dalam mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang memandang kemiskinan sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
“Dengan pendekatan ini persentase penduduk miskin terhadap total penduduk,” kata dia.
Sementara metode yang digunakan menghitung garis kemiskinan terdiri atas dua komponen yaitu garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan nonmakanan.
Garis kemiskinan makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita perhari.
Penduduk miskin adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan, ujarnya.
Sebelumnya Sekretaris Daerah Sumbar Ali Asmar menyebutkan angka kemiskinan di provinsi itu dalam lima tahun terakhir turun dari 9,50 persen menjadi 7,31 persen.
Ia menyebutkan pada 2010 kemiskinan di Sumbar berdasarkan pendataan Maret 9,50 persen, 2011 9,04 persen, 2012 8,19 persen, 2013 8,14 persen, 2014 7,14 persen dan 2015 tinggal 7,31 persen. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 9 = 14