Pemenang Olimpiade Dapat Beasiswa dan Pekerjaan

Pemenang Olimpiade Dapat Beasiswa dan PekerjaanPemenang Olimpiade Dapat Beasiswa dan Pekerjaan. (Dok.Koran SINDO).

 

 

 

JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan grand design untuk membina anak pemenang olimpiade. Mereka akan didampingi agar bisa kuliah hingga bekerja.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, gagasan adanya grand design ini muncul sejak setahun lalu. Rumusannya akan melibatkan beberapa kementerian/ lembaga. Pada intinya ialah pemerintah ingin agar semua anak yang memenangkan kompetisi itu bisa kuliah hingga Strata 3 (S3) dan bisa disalurkan menjadi akademisi, peneliti ataupun praktisi. “Grand design ini rencana pembinaan sampai mereka selesai di perguruan tinggi,” jelasnya seusai pelepasan 18 Pelajar Indonesia menuju Intel-International Science and Engineering Fair di kantor Kemendikbud.

Hamid menuturkan, pada tahun sebelumnya biasanya yang memberikan beasiswa S1 kepada pemenang itu Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) namun tahun lalu Kemenristekdikti tidak membiayai lagi karena anggaran pendidikan di kementerian ini di APBN yang terus berkurang. Kemendikbud, kata dia, tidak mau siswa-siswa yang potensial ini terbengkalai sehingga mau membiayai sepenuhnya beasiswa khusus S1 siswa dengan program Beasiswa Unggulan.

Hamid menerangkan, grand design ini memang akan dibahas bersama Kemenristekdikti, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebab jika beasiswa S1-nya ditangani Kemendikbud maka nanti beasiswa jenjang S2 dan S3 bisa dari Kemenristekdikti, LIPI dan LPDP. “Jadi kita akan siapkan dari hulu hingga hilirnya. Kemendikbud menyiapkan dan menyeleksi anak potensial mulai SD setelah itu diantar ke perguruan tinggi, ” ujarnya.

Hamid melanjutkan, setelah mereka selesai kuliah maka siswa berprestasi ini akan didampingi lagi untuk memilih di tiga bidang. Jika mau jadi akademisi maka bisa menjadi dosen. Kalau mau jadi peneliti maka LIPI dan juga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah siap menampung. Sementara jika mau jadi praktisi pemerintah bisa menyalurkan mereka ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kata dia, ada 3.000 BUMN yang beroperasi di Indonesia dan daripada perusahaan milik negara itu repot mencari pekerja baru lebih baik mereka merekrut siswa berprestasi ini. Disisi lain, Hamid tidak ingin sumber daya manusia potensial ini malah bekerja untuk negara lain.

Hamid menuturkan, beasiswa yang akan diberikan memang hanya untuk kompetisi yang sudah direkognisi oleh pemerintah. Salah satu kompetisi yang diakui pemerintah syaratnya adalah pertandingan yang diikuti minimal 20 negara. “Kita sudah punya daftarnya. Jadi kalau nanti banyak yang meminta beasiswa ke Kemendikbud tidak bisa seperti itu karena kami sudah ada ratingnya. Hanya yang menang lomba yang well recognize saja yang kami pertimbangkan,” jelasnya.

Hamid menjelaskan, dulu memang ada muncul gagasan membuat sekolah khusus olimpiade. Dimana para siswa dilatih dan diajari secara intensif untuk menang di ajang 0limpiade internasional. Namun gagasan itu tidak diwujudkan, katanya, karena banyak silang pendapat terutama dari kalangan DPR. Sekolah khusus itu, jelasnya, dianggap terlalu ekslusif sementara mandat konstitusi adalah pendidikan yang bermutu untuk semua.

Meski tidak ada sekolah khusus namun Kemendikbud telah menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang standarnya sudah disetarakan dengan standar internasional. Hamid menjelaskan, terutama OSN tingkat SMA itu sudah disesuaikan sistem penilaian dan substansi soalnya pun sudah dinaikkan ke level internasional. “Sekarang OSN sudah dinaikkan standar internasional. Sebab kalau tidak mereka tidak akan tembus ke level internasional,” katanya.

Sementara itu, 18 pelajar yang akan berlaga di Intel ISEF ini merupakan jebolan finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI dan juga pemenang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Kemendikbud. Pelajar SMA ini akan berkompetisi bersama 1.800 pelajar dari 80 negara lain.

Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto berpesan, agar para peneliti remaja yang berangkat ke Intel ISEF ini agar berusaha semaksimal mungkin menjadi duta sains bangsa. Dia pun berharap agar para remaja ini bisa membangun jejaring dengan peneliti remaja dunia lain. “Jangan minder tapi jangan sombong. Keluarkan kemampuan terbaik kalian,” pesannya saat pelepasan.

Plt Sekretaris Utama LIPI Laksana Tri Handoko menambahkan, bahwa turut sertanya dalam kompetisi sains internasional adalah bukti apresiasi atas capaian prestasi para pelajar yang telah mengikuti kompetisi ilmiah di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 6 =