Pembegal Guru Ditembak Mati

Garis Polisi (ilustrasi)

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Polres Karawang menemukan titik terang pelaku begal yang menewaskan Enok Sukaesih, guru seni dan budaya di SMPN Bungursari, Purwakarta, beberapa pekan silam. Pelaku berjumlah dua orang. Yakni Diki Firdaus (26 tahun) dan Nurmansah (18 tahun).  Kedua pelaku ini terpaksa ditembus timah panas hingga tewas.

Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, mengatakan, pada Selasa (10/4) kemarin, petugas menemukan titik terang identitas kedua pelaku yang telah membegal guru Enok Sukaesih di Jl A Yani, Cikampek. Keterangan itu, diperoleh dari pelaku begal lainnya yakni Roby. Dari keterangan Roby, identitas kedua begal ini dikantongi petugas.

“Lalu, pada Rabu dini hari anggota kita bergerak untuk melakukan penyelidikan,” ujar Hendy, kepada sejumlah media, Rabu (11/4).

Dari keterangan Roby, akhirnya terungkap salah satu pelaku, yakni Diki Firdaus sering menggunakan sepeda motor jenis bebek dengan knalpot bising dan ada koplingnya. Kemudian, petugas berhasil mengamankan sepeda motor itu, dari tangan Ridwan dan Ari.

Setelah menginterogasi Ridwan dan Ari, akhirnya petugas mendapat petunjuk bahwa yang sering memakai sepeda motor itu yakni Diki Firdaus. Kemudian, tim resmob memburu Diki, yang bekerja sebagai pemotong ayam di pasar Cikampek

Diki, lanjut Hendy, lalu diamankan dan diinterogasi. Saat melakukan aksi penjambretan guru Enok, dia mengaku ditemani oleh Nurmansah. Lalu, Diki diminta untuk menunjukan rumah Nurmansah. Pemuda tersebut, ditangkap di rumahnya di Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru.

“Tak sampai disitu, kami teru melakukan pengembangan ke pelaku begal lainnya, yakni Jani. Karena, kedua pelaku ini sering membegal dengan pelaku Jani,” ujar Hendy.

Saat digiring untuk menunjukan alamat rumah Jani, ternyata keduanya memberikan info yang sesat. Bahkan, keduanya membawa petugas ke markas mereka. Selanjutnya, kedua pelaku ini melakukan perlawanan kepada petugas sambil berteriak minta tolong. Supaya, warga di sekitaran markas mereka terbangun.

“Kedua pelaku, melawan dengan cara mencekik anggota kami dan yang satunya hendak menyabetkan senjata tajam yang disembunyikan mereka. Karenanya, kedua begal ini kita berikan sanksi terarah dan terukur yakni ditembak di bagian dadanya,” ujar Hendy.

Kedua pelaku, tewas saat hendak dibawa ke RSUD Karawang. Ternyata, berdasarkan keterangan sebelum mereka meregang nyawa, keduanya melakukan aksi begal sebanyak 18 kali. 15 kali di antaranya di wilayah Cikampek. Lima kaki di wilayah Kotabaru.

Tewasnya dua begal ini, sambung Hendy, menambah daftar panjang pelaku kejahatan jalanan yang diberi sanksi tegas oleh polisi. Sampai saat ini, sudah 14 begal yang tewas ditembak petugas. Pihaknya berjanji, selama kejahatan jalanan di wilayah Karawang masih tinggi, tak segan pelakunya akan dua pilihan.”Tembak kaki atau tembak mati,” tegas Hendy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 3 =