Pekan Depan, Pelanggar Ganjil Genap Akan Terima Peringatan Keras

Pekan Depan, Pelanggar Ganjil Genap Akan Terima Peringatan Keras

 

 

JAKARTA – Uji coba ganjil genap di 13 ruas jalan arteri Jakarta sudah sepekan berjalan. Peningkatan layanan bus angkutan umum dan peringatan keras terhadap pelanggaran menjadi dasar implementasi 1 Agustus 2018 mendatang.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Priyanto mengatakan, pekan pertama uji coba ganjil genap diberlakukan masih banyak terjadi pelanggaran lantaran bersifat sosialisasi. Misalnya kendaraan ganjil melintas di hari genap dan sebaliknya.

Namun, dari segi kecepatan meningkat meski belum signifikan.
Untuk itu, lanjut Bambang, pekan depan uji coba ganjil genap mulai diberlakukan peringatan. Dimana kendaraan pelanggar yang melintas akan diminta keluar jalur dan melintasi jalur alternatif.

“Kami akan terus evaluasi. Kalau nanti cukup steril dan layanan angkutan umumnya bagus, ya kenapa tidak dilanjutkan pada 1Agustus 2018 mendatang,” kata Bambang di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (6/7/2018).

Bambang menjelaskan, uji coba ganjil genap ini bukan hanya mengurangi kemacetan semata, melainkan menurunkan emisi gas karbondioksida. Hal itu bisa dicapai apabila pengendara pribadi meninggalkan kendaraannya dan beralih ke angkutan umum.

Menurut Bambang, pada uji coba pekan pertama, ada peningkatan layanan angkutan umum sekitar 10-15%. Kemudian di ganjil genap dalam tol juga meningkat 4%. Dia yakin peningkatan angkutan umum itu diisi oleh pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke angkutan umum.

“Jakarta kan banyak busnya, tingkatkan pelayanannya dan kami sekarang menyiapkan pelayanan itu dengan aplikasi. Mereka bisa membayar lewat handphone kita beri kemudahan. Artinya kita mendekatkan yang selama ini jarak angkutan umum agak relatif jauh kita dekatkan. Bukan jaraknya, tapi pelayanannya,” ucapnya.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widyatmoko menuturkan, hasil evaluasi uji coba ganjil genap pekan pertama cukup efektif. Dimana peningkatan kecepatan dan penumpang bus Transjakarta terjadi meski belum cukup signifikan.

Namun, lanjut Sigit, perlu adanya penempatan petugas yang maksimal agar implementasi ganjil genap 1 Agustus 2018 mendatang dapat berhasil mengurangi kemacetan dan emisi gas karbondioksida.
“Penempatan petugas juga penting karena di Jalan Benyamin Sueb itu sebetulnya yang paling utama adalah kalau kita bicara pemisahan lajur disana lajur cepatnya yang akan utamakan di sana. Artinya yang dari Inlees ke Benyamin Sueb itu yang kita jaga tapi outleed-nya enggak perlu kita jaga,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur utama PT TransJakarta, Budi Kaliwono mengklaim peningkatan jumlah penumpang bus Transjakarta bukan hanya terjadi di koridor kawasan ganjil genap semata. Menurutnya, peningkatan terjadi di semua koridor.

“Ada peningkatan sebanyak 5-10% menjadi 570 penumpang per hari. Ini pasti peningkatan dari penerapan ganjil genap,” tegasnya. Evaluasi yang dilakukan PT Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan dalam ganjil genap,  yakni sterilisasi jalur bus TransJakarta.

Seperti misalnya di Koridor 9 (Cawang-Pluit), dimana jalur bus tidak steril dan membuat bus sulit berputar. Sayangnya, dia tidak menyebut bagaimana caranya agar jalur bus steril. “Saya tidak mau gegabah menambah bus. Kalau jalur steril waktu tunggu penumpang lebih cepat terlayani,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + = 15