Pasaman Barat Tanam Padi Percontohan 20 Hektare Lahan Kebun Sawit Jadi Sawah

Simpang Empat, (Antara Sumbar) – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menanam padi seluas 20 hektare sawah di Jorong Bunuik Nagari Kinali yang merupakan sawah percontohan dari kebun kelapa sawit menjadi sawah.
Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Memizesmita di Simpang Empat, Rabu, mengatakan keberhasilan cetak sawah baru merupakan kerjasama semua pihak.
Kemauan masyarakat terutama Kelompok Tani Sialang Jaya V dari proses hingga penanaman padi serentak melewati proses yang panjang.
Tentunya kita mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kelompok Tani Sialang Jaya yang bekerjasama dengan TNI serta Pemkab. Artinya mereka semua mau diajak untuk membuat sawah dari kebun kelapa sawit menjadi sawah seluas 20 hektare, tambahnya.
Saat ini total luas sawah di Pasaman Barat mencapai 13.105 hektate. Namun, pihaknya berusaha memberikan penjelasan kepada masyarakat agar bersedia merubah lahan perkebunan kelapa sawit menjadi area persawahan. Dengan syarat jika sumber air cukup.
Menurutnya perluasan cetak sawah baru memang menjadi salah satu solusi untuk mencapai swasembada pangan sesuai dengan program pemerintah pusat. Namun, sebagai pemerintah tidak ada paksaan bagi masyarakat jika tidak yakin melakukan peralihan.
“Kita tidak memaksa masyarakat untuk itu. Namun, semua tergantung pilihan masyarakat. Kami memberikan gambaran jika memungkinkan lahannya untuk dijadikan sawah dan cukup menjanjikan maka kami akan dukung penuh dan sambut dengan baik. Untuk itu, diperlukan pernyataan diatas materai,” jelasnya.
Program cetak sawah baru didukung penuh oleh pemerintah pusat dengan anggaran Rp16 juta per hektare. Untuk itu, pada tahun 2018 mendatang Pasaman Barat menargetkan cetak sawah baru mencapai 363 hektare. Lokasi yang sedang direncanakan antara lain di Kecakatan Ranah Batahan, Kapa, Sungai Aua dan Talu.
Perluasan cetak sawah baru yang sedang digalakkan bukan hanya mencapai program pemerintah saja. Namun, pemerintah sudah merencanakan untuk petani, jika petani gagal panen maka disediakan asuransi bagi petani.
“Sekarang ini, asuransi bukan saja milik kendaraan, rumah atau benda berharga lainnya. Kami dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan yang didukung oleh pemerintah pusat ada program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Seandainya petani itu gagal panen, mereka tidak perlu cemas ada asuransinya,” kata Memizesmita.
Ia menjelaskan AUTP tersebut sudah subsidi oleh pemerintah cukup besar yakni mencapai 80 persen. Jadi masyarakat hanya membayar Rp36 ribu per hektare. Sebenarnya asuransi tersebut Rp180 ribu disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp144 ribu. Jadi petani hanya membayar 20 persen.
“Sekarang petani di Pasaman Barat sudah ikut asuransi mencapai 215 hektare,” ujarnya.
Sementara Dandim 0305 Pasaman, Letkol ARH Pri Isdiyanto mengatakan sebagai abdi negara TNI siap bergandengan tangan, bahu membahu dengan masyarakat demi pembangunan termasuk untuk mencetak sawah baru ini.
Kami TNI siap menyukseskan swasembada pangan sesuai dengan instruksi kepala negara serta nawacita Presiden Jokowi, tegasnya.
Hadir pada kesempatan itu, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Imam Pribadi Santoso, kepala Organisasi Perangkat Daerah dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 30 = 40