Pakan Rabaa Bakal Jadi Kampung Sulaman

Pakan Rabaa Bakal Jadi Kampung SulamanSULAMAN TIMBUL—Peserta pelatihan kerajinan tangan sulaman timbul khas Solsel foto bersama Ketua Dekranasda Solsel, Ny. Suriati Muzni. Kerajinan sulam timbul Nagari Pakan Rabaa dipersiapkan sebagai sulaman khas Solok Selatan (Solsel). IST

SOLOK SELATAN, HARIAHALUAN.COM—Kerajinan tangan sulam timbul Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), dipersiapkan sebagai sulaman khas Solok Selatan (Solsel). Daerah itu pun dipersiapkan sebagai Kampung Sulaman. Dan sulaman ini diharapkan dapat mendukung perekonomian masyarakat, terutama sektor pariwisata di daerah itu yang semakin menggeliat.

Menurut Kabid Industri Disperindagkop dan UKM Solok Selatan, Widia pada Haluan, Senin (26/2), untuk mewujudkan Kampung Sulam Timbul, Dekranasda Solsel telah menjalin kerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Padang dibawah Kementerian Perindustrian.

“Kegiatannya berupa pelatihan bagi 70 orang peserta. Kita berharap sulaman ini nantinya bisa sebagai pusat sulaman timbul khas daerah. Sehingga para wisatawan yang akan berkunjung ke Solsel bisa mendapatkan oleh-oleh dari sini. Disamping itu, juga bisa sebagai objek wisata kerajinan,” kata Widia.

Seperti diketahui, Pemkab Solsel tengah gencar untuk mempromosikan objek wisata yang ada di daerah itu. Mulai dari kawasan adat Saribu Rumah Gadang (SRG), objek pemandian air panas Sapan Maluluang, Gua Batu Kapal dan objek Pendakian Gunung Kerinci melewati Solsel dan objek air terjun kembar Bangun Rejo.

“Untuk harga sulaman timbul, termasuk bahan dipatok dengan harga mulai dari Rp350 ribu. Saat ini pemasaran sudah merambah pada sekolah dan seluruh ASN yang ada di Solsel. Kedepan, pemasarannya bisa tingkat nasional dan mancanegara. Untuk harga relatif terjangkau,” sebutnya.

Ketua Dekranasda Solsel, Suriati Muzni berharap, seiring dengan meningkatnya kunjungan pariwisata ke daerah tersebut, keberadaan Kampung Sulam bisa menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

“Perkembangan ilmu terkait fashion sangatlah cepat. Termasuk dalam hal ini juga harus disikapi dengan kreativitas baru,” katanya.

Karena itu, kerajinan sulam timbul di Solsel ini, pihaknya ikut memberikan apresiasi sulam timbul binaan Dekranasda. Karena yang bersangkutan mau berbagi ilmu dengan yang lainnya sebagai tenaga pelatih. Meski demikian, pihaknya berharap mutu produk yang dihasilkan harus dipertahankan dan harga jangan terlalu tinggi agar dapat bersaing dengan baik di pasar.

“Kita di Solsel terus konsen dalam pengembangan sulam timbul sekaligus berharap muncul di Solsel ini sebuah kampung dengan sebutan kampung sulam,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Diklat BDI Padang, Sri Mulyati mengatakan, Balai Diklat Industri Padang akan menyelenggarakan kegiatan serupa untuk tahap berikutnya.

“Kita ada beberapa angkatan melaksanakan diklat ini di Solsel, dan bisa juga nantinya dikreasikan dengan kerajinan batik,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

69 − 65 =