Orang Tua Murid Keluhkan UAS Usai Lebaran, Kadisidik Padang: Ujian Sudah Diperhitungkan

Orang Tua Murid Keluhkan UAS Usai Lebaran, Kadisidik Padang: Ujian Sudah Diperhitungkan
Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Ujian Akhir Semester (UAS) kenaikan kelas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang rencananya akan berlangsung enam hari usai hari Raya Idul Fitri dikeluhkan para orang tua.

Seperti Norma (45) yang anaknya bersekolah di SDN 10 Balaibaru, Kuranji, dia berharap ujian semester kenaikan kelas diselenggarakan sebelum bulan Ramadan, sehingga saat bulan Ramadhan lebih fokus beribadah.

“Beban anak-anak begitu berat rasanya, setelah berpuasa sebulan kemudian akan menghadapi ujian pula,” tegasnya, kemarin.

Kalau ujian semester usai hari raya, maka akan mengurangi masa liburan mereka. Dikatakannya, anak-anak kan butuh liburan pula usai tenaga dan fikirannya terkuras. Kalau tidak, bisa sakit akibatnya.

Hal senada juga dikatakan Desi (39). Anaknya yang bersekolah di SMPN 28 Balaibaru, Kuranji, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang agar melaksanakan ujian semester sebelum bulan Ramadan.

“Dinas pendidikan agar memikirkan secara kemanusiaan, sehingga usai hari raya anak-anak bisa berlibur, bukannya memikirkan ujian,” tambahnya.

Ia mengatakan, padahal ia dan anaknya akan pulang kampung ke Jawa usai hari raya. Artinya, kalau ujian semester usai hari raya, maka anak-anak tidak bisa pulang kampung.

“Harusnya dinas pendidikan memikirkan. Kapan lagi kami mau pulang kampung ke Jawa, kalau bukan pas liburan hari raya,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Zaharman mengatakan, dengan diselenggarakannya UAS yang bertepatan usai Hari Raya Idul Fitri,  lebih sulit daripada hari-hari biasa. Hal ini karena otak setelah lelah berpuasa selama satu bulan membutuhkan asupan lebih untuk berfikir.

“Tetapi, selain itu ada hal positifnya, sebenarnya otak menjadi dapat lebih fokus saat perut tidak kelelahan bekerja atau mencerna makanan,” terangnya.

Ia menambahkan, dengan suasana Ramadan dapat menunjang kualitas ibadah dengan menambah waktu untuk beribadah.

“Jadi bisa untuk memperbanyak doa untuk UAS supaya lancar nantinya,” tambahnya.

Hal berbeda diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Gustin Pramona, baru pertama kali dalam jadwal pendidikan menjalani ujian semester usai hari raya, di saat anak-anak fokus beribadah di bulan Ramadan, tapi harus bersiap-siap pula untuk menghadapi ujian akhir semester.

“Begitu berat beban anak-anak, seharusnya usai hari raya tenaga dan fikirannya dapat istirahat,” tambahnya. Ini merupakan pengalaman pertama kalinya, saat puasa menguras tenaga ditambah akan menguras pikiran menghadapi ujian semester usai hari raya.

Menurutnya, jika tahun ini ujian semester SD dan SMP usai hari raya, maka waktu luang untuk keluarga di kampung halaman menjadi berkurang. Ia mengungkapkan, tidak keberatan dengan hal itu dan tetap menjalankan aktifitas dengan semangat. “Tapi, kalau bisa dipertimbangkan kembali jadwal tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Padang, Barlius mengungkapkan, pemilihan waktu ujian yang rencananya akan dilaksanakan pada 21-26 Juni 2018 atau tepatnya enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri ini sudah dipertimbangkan sebaik-baiknya.

“Kami tidak bisa untuk mempercepat atau memperlambat pelaksanaan ujian yang saat ini sudah ditetapkan. Karena apabila kami mempercepat pelaksanaanya, minggu efektik belajar siswa akan berkurang dan tidak sesuai dengan standard proses yang telah ditentukan. Karena untuk semester 2 sendiri, standar pelaksanaan minggu efektif itu 16 minggu,” katanya kepada Haluan, kemarin.

Ia mengatakan, pada tanggal 21 Mei–2 Juni siswa melakukan kegiatan pesantren Ramadan dan pada 4–13 Juni siswa akan memasuki proses belajar mengajar seperti biasa di sekolah. Sedangkan kalau memperlambat proses ujianya, akan mengganggu awalnya tahun ajaran baru nantinya.

“Jika diperlambat,  akan berdampak kepada lambatnya pelaksanaan tahun ajaran baru,” jelasnya.

Ia mengimbau untuk semua orangtua siswa untuk mengajak anaknya agar memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk mempersiapkan ujian kenaikan kelas.

“Nantinya akan ada libur panjang setelah ujian dan terima raport, saya berharap libur itulah yang akan dimanfaatkan oleh wali murid dan anak untuk berlibur,” ungkapnya.
Dalam jadwal sendiri, siswa akan menerima rapor 30 Juni dan mendapatkan waktu libur dari 1-15 Juli dan pada 16 Juli kembali sekolah seperti biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

76 − 66 =