Miris, Usai Bacok Isteri, Seorang Suami di Jangkak Bukittinggi Ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

Miris, Usai Bacok Isteri, Seorang Suami di Jangkak Bukittinggi Ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri
Rumah tempat terjadinya percekcokan sepasang pasutri yang berujung maut, Jangkak, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, Bukittinggi, Selasa 4 September 2018.

 

 

 

 

 

BUKITTINGGI – Diduga mengalami pertengkaran yang sengit dalam persoalan rumah tangga, seorang suami berinisial SM (75) langsung membacok kepala istrinya YM (52) hingga tersungkur berlumuran darah di rumah mereka yang terletak di jalan Bahder Johan, Kelurahan Campago Ipuah, Mandiangin Koto Selayan (MKS), Bukittinggi. Ironisnya, usai membacok istri nya, sang suami SM juga menghabisi nyawanya sendiri dengan cara bunuh diri, peristiwa itu terjadi pada Selasa 4 September 2018 sekira pukul 09.00 WIB.

Terkait hal itu, Kapolsek Kota Bukittinggi Kompol Zahari Almi mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak korban berinisial MK (24), saat dirinya baru saja pulang membeli lontong di warung, dia melihat bapaknya tergantung dengan tali jemuran. Tak lama berselang dia juga menyaksikan ibunya bersimbah darah di dalam kamar. Menyaksikan hal itu MK berteriak meminta tolong, tidak lama berselang berdatangan lah warga dan berusaha untuk menolong, tukuknya.

Sekira pukul 09.55 WIB seorang anggota Polsek Kota Bripka Dodi Ariandi menghubungi unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bukittinggi dan melaporkan ada kejadian penganiayaan dan gantung diri. Sekitar pukul 10.15 WIB anggota Identifikasi Polres Bukittinggi tiba di Tempat Kejadian perkara (TKP), terangnya.

“Korban luka maupun korban gantung diri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi dengan dibantu oleh masyarakat setempat dengan mobil ambulan milik PMI kota Bukittinggi. Setelah dilakukan olah TKP oleh anggota Identifikasi Polres Bukittinggi, ditemukan lah beberapa barang bukti seperti tali nilon warna hijau dengan diameter 5 mm dalam keadaan sudah terputus, yang masih terikat pada kayu atap rumah dengan potongan tali nilon sudah terputus yang berada di lantai tempat korban gantung diri. Selain itu, ditemukan juga satu buah kapak yang sudah berlumuran darah pada lantai tempat SM gantung diri, selain itu juga ditemukan kasur dan bantal serta seprai yang sudah berlumuran darah,” terang Kapolsek.

Dari penelusuran polisi di sekitar rumah pada saksi- saksi yang berada di sekitar TKP antara korban SM dengan YM selama ini memang sering bertengkar masalah rumah tangga, dan terakhir SM diduga kuat merasa cemburu terhadap isterinya. Atas dasar tersebut lah diduga kuat SM melakukan penganiayaan terhadap isterinya YM dengan cara memukul kepala isterinya menggunakan alat berupa kampak dengan gagang kayu berukuran sekitar 20 cm, pungkasnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

27 − = 18