memediasi petugas medis dengan direktur RSUD setempat di Parit Malintang.

Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Sumatera Barat, telah memediasi permasalahan yang terjadi antara petugas medis dengan direktur RSUD, dan disepakati penyelesaiannya diserahkan kepada bupati setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Aspinuddinusai mengatakan ini aturan yang harus dijalankan di setiap rumah sakit pemerintah, bahkan lanjutnya direktur RSUD rumah sakit tersebut cukup piawai dalam mengatasi hal itu, sehingga tidak menyebar ke masalah lain. Jadi permasalahan ini bukan soal tuduhan teroris yang terlontar saat apel oleh direktur RSUD Padang Pariaman.

Tekait adanya tuntutan petugas medis dalam unjuk rasa yang dipimpin oleh dokter spesialis rumah sakit agar direktur RSUD diberhentikan dari jabatannya akan disampaikan kepada bupati. Sementara Direktur RSUD Padang Pariaman dr. Lismawati mengatakan baru-baru ini ia menegakkan aturan berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017.

Terkait informasi teroris, lanjutnya didapatkannya ketika mengikuti pelatihan di Bali yang diikuti beberapa waktu lalu. Sedangkan tuntutan petugas medis agar ia diberhentikan dari jabatan sebagai direktur RSUD Padang Pariaman diserahkan sepenuhnya kepada Bupati Padang Pariaman.

Sebelumnya, sejumlah petugas medis RSUD Padang Pariaman melakukan unjuk rasa terkait tuduhan direktur rumah sakit tersebut atas adanya dua persen petugas dan pegawai terlibat teroris. Ia mengatakan atas tuduhan tersebut pihaknya meminta derektur RSUD itu meminta maaf baik lisan maupun tulisan dan berhenti dari jabatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 70 = 71