Mahasiswa UI Temukan Metode Temukan Cadangan Minyak

Suasana Tempat Pengolahan Kondensat di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) yang merupakan tempat pengolahan minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Rabu (27/12).

Suasana Tempat Pengolahan Kondensat di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) yang merupakan tempat pengolahan minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Rabu (27/12).

 

 

 

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Tiga mahasiswa Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) menemukan cara mendeteksi lokasi berpotensi minyak. Mereka menggunakan metode pengamatan fenomena rembesan mikro hidrokarbon, melalui citra satelit Landsat 8 dan Sentinel 2.

Ketiga mahasiswa Geografi UI tersebut adalah Muhammad Iqbal Januadi Putra, Diki Nurul Huda, dan Fida Afdhalia di bawah bimbingan dosen Geografi UI Dr. Supriatna, M. T. Muhammad Iqbal. Ketua Tim Muhammad Iqbal mengatakan fenomena rembesan mikro hidrokarbon minyak dan gas merupakan fenomena umum terjadi pada wilayah dengan keberadaan reservoir minyak dan gas bumi onshore.

“Keberadaan rembesan ini biasanya ditandai oleh beberapa gejala anomali yang peka terhadap spektrum panjang gelombang tertentu sehingga dapat dideteksi oleh citra satelit,” kata dia, Senin (13/8).

Metode baru dalam proses pendeteksian oleh ketiga mahasiswa UI itu menjanjikan keuntungan lebih besar karena prosesnya cepat. Metode ini dapat dilakukan pada berbagai skala, berisiko rendah, dan lebih murah jika dibandingkan dengan metode eksplorasi konvensional (dengan menggunakan metode seismik, evaluasi geologi subsurface, dan komputasi data geofisika) yang terbukti memakan biaya mahal dan berisiko cukup tinggi.

Ia mengaku terinspirasi mendeteksi reservoir minyak dan gas onshoredengan menggunakan citra Landsat 8 dan Sentinel 2. Kedua citra satelit tersebut belum pernah dilakukan dan digunakan oleh siapa pun sebelumnya.

Dalam proses penelitian, Muhammad Iqbal dan tim memilih wilayah usaha Blok Migas Jambi Merang di Provinsi Sumatra Selatan sebagai tempat penelitiannya, untuk mendeteksi adanya reservoir minyak dan gas onshore. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi fenomena rembesan mikrohidrokarbon di wilayah Jambi Merang.

Sebanyak 64,4 persen luas wilayah rembesan mikro hidrokarbon hasil pengolahan citra Landsat 8 dan 78,6 persen luas wilayah rembesan mikro hidrokarbon hasil pengolahan citra Sentinel 2. Penelitian yang dilakukan ketiga mahasiswa itu, diharapkan menjadi solusi atas permasalahan menurunnya cadangan migas di Indonesia melalui sumbangsih dalam metode eksplorasi yang jauh lebih murah, cepat, dan berisiko rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 3 =