Larang Wartawan Memotret TPA Aia Dingin, Kepala DLH Padang Minta Maaf

Larang Wartawan Memotret TPA Aia Dingin, Kepala DLH Padang Minta MaafKepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Al Amin, menemui para wartawan di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Air Dingin untuk meminta maaf, Rabu (28/2). Ia meminta maaf atas insiden pelarangan dua wartawan untuk memotret TPA Air Dingin pada Senin (26/2). 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Al Amin, menemui para wartawan di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Air Dingin untuk meminta maaf, Rabu (28/2). Ia meminta maaf atas insiden pelarangan dua wartawan untuk memotret TPA Air Dingin pada Senin (26/2).

Permohonan maaf Al Amin berawal dari kunjungan 16 wartawan ke TPA Air Dingin, Rabu (28/2). Para wartawan ingin mengonfirmasi kepada UPTD TPA Air Dingin sehubungan dengan larangan memotret di TPA tersebut.

Di lokasi, wartawan bertemu dengan Sekretaris DLH Padang, Tri Hadiyanto. Namun, ia belum mengetahui insiden pelarangan wartawan tersebut. Karena itu, ia hanya menjelaskan kondisi dan pembenahan TPA Air Dingin.

Tri kemudian menghubungi atasannya, Al Amin, atas kedatangan para wartawan ke TPA Air Dingin. Pada saat itu, Al Amin sedang rapat di kantornya. Tri menyampaikan pesan Al Amin kepada wartawan untuk menemui Al Amin di Kantor DLH Padang di Balai Baru. Namun, beberapa saat kemudian, saat dihubungi seorang wartawan, Al Amin mengatakan bahwa ia akan menuju TPA Air Dingin.

Sesampainya di TPA, Al Amin menjelaskan kepada wartawan bahwa ia tidak melarang dua wartawan tersebut memotret TPA. Menurutnya, masalah tersebut hanya kesalahpahaman komunikasi antara dirinya dan wartawan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan persyang begitu peduli, yang begitu peka terhadap keberadaan TPA Air Dingin. Masalah larangan, alhamdulillah, segala perbuatan yang baik, saya tidak pernah melarang. Tetapi, tujuannya adalah bagaimana kita menginginkan apa-apa yang kita tampilkan, suarakan, keluarkan, dapat masalah kebersihan, keindaham, ketertiban yang baik dilihat masyarakat sehingga masyarakat bisa meniru terus untuk selalu berbuat bersih, baik, membikin keindahan dalam kehidupan. Seandainya difoto, seandainya seperti ini TPA kita, masyarakat melihat, ‘Oh, seperti ini TPA. Ternyata tidak tertib’,” ujar Al Amin.

Al Amin menyatakan bahwa ia tidak meinginstruksikan petugas UPTD Air Dingin untuk melarang wartawan memotret di TPA.

“Tidak ada instruksi sedikit pun. Karena hari hujan, TPA kita dalam keadaan seperti ini, kalau dapat janganlah difoto-foto dulu. Tidak instruksi seperti itu. Pas ketika itu saja,” ucapnya.

Namun, pada akhirnya, Al Amin meminta maaf kepada wartawan.

“Kalau seandainya miskomunikasi kita menimbulkan ketidakenakan di antara kita, saya pribadi mohon maaf kepada teman-teman wartawan,” katanya.

Sebelumnya, wartawan foto Haluan, Irham Kurniawan, dan wartawan foto Singgalang, Givo, dihadang oleh dua orang petugas UPTD TPA Air Dingin. Pewarta foto ityu dilarang mengambil foto dengan alasan, jika foto itu tayang di media dapat membatalkan Piala Adipura.(h/dib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 9