KPK Rampungkan Berkas Kasus BLBI Syafruddin Temenggung

KPK Rampungkan Berkas Kasus BLBI Syafruddin Temenggung

Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung langsung ditahan penyidik KPK usai menjalani pemeriksaan selaku tersangka. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

 

 

 

Jakarta, CNN Indonesia — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan pemberkasan perkara dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) kepada Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Berkas perkara dan surat dakwaan milik tersangka mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung itu pun telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Siang ini JPU KPK telah melimpahkan berkas perkara atas nama SAT ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (3/5).

Dalam melengkapi berkas perkara Syafruddin, penyidik KPK telah memeriksa 69 saksi. Mereka yang diperiksa berasal dari kalangan mantan pejabat negara, pihak swasta, pegawai PT Gajah Tunggal Tbk, hingga advokat.

Bekas pejabat negara yang telah diperiksa di antaranya mantan Wakil Presiden Boediono selaku Menteri Keuangan, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie, mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi.

Kemudian, mantan Kepala BPPN I Putu Gede Ary Suta, mantan Menteri Keuangan Bambang Subianto, hingga Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli.

Sementara dari kalangan swasta, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah petinggi PT Gajah Tunggal Tbk yang memiliki kaitan dengan Sjamsul Nursalim. Selain itu, penyidik KPK juga sudah memanggil Artalyta Suryani alias Ayin dan sejumlah petani tambak PT Dipasena.

Untuk saat ini, kata Febri pihaknya tengah menunggu penetapan dan jadwal persidangan perdana kasus yang ditaksir merugikan negara hingga Rp4,58 triliun itu. Perkara dugaan korupsi BLBI ini sudah diterima Pengadilan Tipikor dengan nomor perkara 39/Pid.Sus-TPK/2018/PN Jkt.Pst.

“Berikutnya kami menunggu penetapan dan jadwal sidang,” tuturnya.

Meskipun berkas perkara telah dilimpahkan, penyidik KPK belum berhasil memeriksa Sjamsul Nursalim, pihak yang diduga diuntungkan dalam penerbitan SKL BLBI pada 2004 silam itu. Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim saat ini sudah menetap di Singapura, sehingga KPK kesulitan untuk melakukan pemeriksaan.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Syafruddin sebagai tersangka. Dia diduga merugikan negara hingga Rp4,58 triliun lantaran menerbitkan SKL kepada Sjamsul. Angka kerugian negara itu dapat dari hasil audit investigasi BPK terbaru 2017.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

54 + = 63