Kondisi Prihatin Korban Gempa Lombok, Krisis Air Bersih dan Minim MCK

image_title

Photo :ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay- Kondisi pengungsi korban gempa bumi di Lombok

VIVA – Kondisi warga yang menjadi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, saat ini perlu perhatian serius. Salah satu persoalan terkait krisis air bersih yang dirasakan warga di posko pengungsian.

Laporan reporter tvOne, Fadhis Abi, menyampaikan warga yang berada di posko pengungsian di Sembalun Timba Gading, Lombok Timur, terus mengeluhkan air bersih. Selain itu, fasilitas UMUM untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) juga masih minim pasca lima hari gempa 6,4 SR pada Minggu, 29 Juli 2018 lalu.

“Mereka mengeluhkan air bersih. Air bersih sangat dibutuhkan mengingat posko pengungsian ini masih sulit. MCK juga masih minim, pantauan kami hanya dua,” demikian laporan Fadhis dalam Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Kamis, 2 Agustus 2018.

Dilaporkan juga bahwa warga masih takut kembali ke rumah masing-masing karena khawatir gempa susulan. Sebab, hingga pagi tadi, gempa susulan dengan skala kecil masih sering terjadi.

Selain itu, sebagian warga beralasan belum kembali karena rumah kediamannya yang hancur dan sudah rata dengan tanah.

“Kerusakan ini beragam. Ada kerusakan dinding, atap, kondisi banguan secara fisik juga sudah rusak parah dan terlihat rata dengan tanah,” kata Fadhis saat melaporkan kondisi di lapangan.

Berdasarkan informasi, warga yang masih mengungsi di Desa Sembalun Timba Gading mencapai 2330 jiwa. Pengungsi sebagian besar merupakan warga lanjut usia dan anak-anak.

Untuk saat ini, fasilitas tenda dilaporkan juga masih terbatas dan tak sebanding dengan jumlah pengungsi. Sebagian warga terpaksa menggunakan tenda seadanya. Sementara, dapur umum juga belum siap. (ase)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 5 =