Jakarta, (Antaranews Sumbar) – Presiden Joko Widodo menyebut pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama awal pemerintahannya sangat penting dilakukan sebagai landasan bagi bangsa Indonesia dalam rangka memenangkan kompetisi antarnegara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan kepada siswa Taruna Nusantara Tahun 2018 di Istana Negara Jakarta, Senin, mengatakan pemerintah selama setahun ini memang melakukan tahapan besar yang pertama yakni menyiapkan fondasi infrastruktur dalam rangka kompetisi dan persaingan.

“Kenapa jalan tol dibangun, baik di Jawa maupun luar Jawa. Airport dibangun. Airport yang sudah ada diperluas lagi. Pelabuhan dibangun. Pelabuhan besar, kecil, maupun pelabuhan sedang. Ya karena itu merupakan basic landasan,” katanya.

Dengan pemikiran itu, kata dia, ia merintis dilakukannya pembangunan infrastruktur di Tanah Air sebagai fundamental pembangunan yang bertahap.

“Berpikir seperti tadi, kalau yang fondasinya saja belum diselesaikan, jangan berpikir advanced robotic, berpikir artificial intelligent, jangan berpikir internet of think, kalau urusan yang sangat fundamental saja belum kita kerjakan,” katanya.

Ia mencontohkan, pelabuhan besar di Sumatera yang saat ini masih dalam proses yakni Kuala Tanjung diharapkan bisa menampung kapal-kapal besar untuk masuk.

Selain itu, Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta juga diperluas agar kapal sebesar apa pun bisa masuk di samping juga Makassar Newport yang juga sedang diperluas.

“Dibangun untuk apa? Agar kapal-kapal besar bisa merapat ke sana. Di Sorong kita akan bangun pelabuhan-pelabuhan itu, tanpa itu bahwa 17 ribu pulau yang kita miliki butuh infrastruktur-infrastruktur itu, konektivitas, koneksi antarpulau, provinsi kabupaten, kota memerlukan sarana prasarana,” katanya.

Hal itu kemudian ditunjang dengan pembangunan pelabuhan-pelabuhan kecil misalnya di Halmahera, Tapaleo, dan lain-lain.

“Pelabuhan kecil tapi diperlukan. Enggak bisa tidak. Pulau enggak ada pelabuhan bagaimana, kita mengantarkan semen, sembako, beras, gula dan bawa dari sana misalnya jagung, palawija, pala, semuanya untuk dijual ke pulau-pulau lain, enggak mungkin. Inilah yang sering saya sampaikan namanya tol laut, mengoneksikan, menyambungkan antarpulau, antar provinsi kabupaten, kota yang ada di Indonesia,” katanya.

Menurut dia, jika tidak ada konektivitas yang baik misalnya di Papua, maka sulit bagi wilayah itu untuk bersaing.

“Bagaimana kita bersaing. Sampai menanak nasi di tepi jalan karena itulah. Itu Merauke, Boven. Kenapa ini perlu dibangun? Sekali lagi ada sebuah fondasi kuat dan negara ini bersaing dengan negara lain,” katanya.

Pada kesempatan itu hadir ratusan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara, sementara Presiden sendiri didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Presiden sekaligus mengajak para siswa tersebut untuk optimistis menatap masa depan bahwa negara ini akan jadi sebuah negara besar.

“Dengan usaha keras, dengan kerja keras, dan kita semuanya meyakini bahwa apa yang saya sampaikan 2045 itu betul-betul Indonesia menjadi negara masuk 5 besar ekonomi terkuat di dunia,” katanya. (*)