Kemenristek Siap Biayai Uji Klinis Temuan Dr Terawan

Kemenristek Siap Biayai Uji Klinis Temuan Dr Terawan

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Mayjen dr Terawan Agus Putranto SpRad (K)..

Jakarta: Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) siap memfasilitasi dan membiayai uji klinis hasil temuan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Mayjen dr Terawan Agus Putranto SpRad (K).

“Kita akan mengundang dr Terawan untuk membahas proses uji klinis teknologi beliau. Kita akan membiayai seluruh uji klinis untuk menjadikan teknologi layak dan diterima secara medis,” kata Dirjen Riset dan Inovasi Kemenristek-Dikti, Jumain Appe dikutip dari Media Indonesia, Senin, 9 April 2018

Jumain menyatakan pihaknya mempunyai kewajiban untuk mendukung produk inovasi anak bangsa, baik secara teknologi maupun secara profesi, agar temuan dr Terawan yaitu metode cuci otak melalui digital subtraction angiography (DSA) itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Apalagi, katanya, jika hal tersebut telah memberikan manfaat yang sangat besar terutama untuk kesehatan masyarakat.

“Kita undang beliau untuk menanyakan apakah siap kalau kita lakukan uji klinis sesuai yang dipersyaratkan oleh standar profesi beliau,” cetusnya.

Ia mengutarakan jika semua persyaratan terpenuhi, Menristek-Dikti akan mengangkat dr Terawan menjadi dosen sampai menjadi guru besar atau profesor.

Ketika dihubungi melalui pesan singkat tadi malam, dr Terawan mengaku sedang berada di Jerman memenuhi undangan Krankenhaus Nordwest, rumah sakit umum di Frankfurt, Jerman, untuk riset bersama.

Ia mengatakan kehadirannya atas undangan RS terkenal di Jerman itu sekaligus menunjukkan kemampuan dan kepakaran dokter Indonesia. “Ya, sekalian menunjukkan kesejajaran ilmu orang Indonesia dengan teman-teman di Jerman. Jangan sampai kami di Indonesia hanya dianggap main ngeyel dan tidak ilmiah, sedangkan negara lain sangat menghargai. Kalau bisa nangis, saya nangis tenan karena sedih,” cetusnya.

Terkait dengan tawaran Kemenristek-Dikti itu, Terawan belum bersedia berkomentar. “Saya selesaikan dulu rancang bangun riset kerja sama saya dengan Jerman.”

Sekjen Kemenkes Untung Suseno menilai positif langkah Kemenristek-Dikti memfasilitas dr Terawan. “Bagus sekali dan harus mengikuti kaidah penelitian untuk obat dan metode pengobatan. Kalau dibiayai Menristek-Dikti, uji klinis juga baik sekali,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 6