KCI Akui Pembaharuan Sistem Tiket KRL Demi Kantongi Izin BI

KCI Akui Pembaharuan Sistem Tiket KRL Demi Kantongi Izin BIPT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada hari ini sempat memberlakukan penggunaan tiket kertas lantaran ada pembaharuan pada sistem tiket elektronik. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

 

 

 

 

 

Jakarta, CNN Indonesia — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengaku pembaharuan sistem tiket elektronik di 79 Stasiun Kereta Jabodetabek dilakukan sebagai upaya perseroan agar Kartu Multi Trip (KMT) mengantongi izin Bank Indonesia.

Pembaharuan sistem ini membuat sistem tiket elektronik KRL tersebut tak dapat digunakan. KCI pun memutuskan menggunakan tiket kertas sebagai solusi, tetapi menimbulkan penumpukan penumpang di sejumlah stasiun.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menyebut pembaharuan sistem yang dilakukan perusahaanya itu memang merupakan salah satu prasyarat agar bisa segera mengantongi izin Bank Indonesia (BI). Dengan adanya izin BI, KMT nantinya bisa terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. 

“Izin dari BI sedang kami proses, persyaratannya banyak sekali. Salah satunya ini (pembaharuan sistem),” kata Wiwik di Kantor KCI, Juanda, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

Pihaknya memang berencana untuk mengintegrasikan moda transportasi yang ada di Jabodetabek dengan satu kartu. Integrasi itu akan dilakukan dengan moda transportasi seperti MRT, LRT dan sejumlah alat transportasi lainnya.

Hal ini, menurut Wiwik, dilakukan demi kenyamanan pengguna agar lebih efisien dengan hanya menggunakan satu kartu untuk semua moda transportasi.

“Jadi tidak usah kartunya banyak, masa tiap transportasi ada kartu,” kata dia.

Wiwik pun optimis pihaknya bisa mengantongi izin dari BI paling lambat September tahun ini.

“Kalau dari BI itu paling lambat November, kami target paling lambat September sudah kantongi izin,” katanya. (agi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

22 − = 20