KBRI Amman Segera Pulangkan TKW yang 15 Tahun Ditahan Majikan

KBRI Amman Segera Pulangkan TKW yang 15 Tahun Ditahan Majikan

Duta Besar Andy Rachmianto bersama istri saat menjenguk Sarisih di Penampungan Sementara KBRI Amman, Jumat 27 Juli 2018. (Foto: KBRI Amman)

Amman: KBRI Amman akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan TKW asal Lampung, Sarisih (42), yang 15 tahun ditahan majikannya, Jumat 27 Juli 2018. Sarisih saat ini ditampung di penampungan KBRI Amman.

Upaya pencarian Sarisih bermula dari laporan yang diterima Presiden Joko Widodo dan sejumlah instansi di Tanah Air dari Ferdina Nur Fitria (21), mahasiswa semester 7 UIN Raden Intan Lampung. Dalam tulisannya kepada Presiden, Ferdina meminta bantuan Pemerintah untuk memulangkan ibunya yang tidak pernah lagi dilihatnya sejak 15 tahun terakhir.

“Saya mohon, bantu Ibu saya. Bantu saya Pak Jokowi  untuk memulangkan Ibu saya, bukankah Ibu saya warga Indonesia? Saya mohon bantuan Bapak Jokowi,” ujar Ferdina, yang sudah ditinggal wafat ayahnya saat berusia 6 tahun, dalam suratnya tersebut.

Berdasarkan pengaduan tersebut, berdasarkan rilis yang diterima Medcom.id, KBRI Amman langsung melakukan upaya pencarian berbekal informasi yang sangat minimal.

Laporan disampaikan kepada kepolisian Yordania. Simpul-simpul masyarakat Indonesia dihubungi. Data-data milik KBRI serta milik berbagai instansi di Indonesia yang mungkin menyimpan informasi mengenai keberadaan Sarisih, ditelusuri.

“Meskipun keluarga tidak sempat menyimpan dokumen apapun yang dapat dijadikan petunjuk, Tim Perlindungan WNI KBRI Amman akan melakukan semua upaya yang bisa dilakukan untuk menelusuri keberadaan Ibu Sarisih. Kami akan hadir dengan cara apapun,” ujar Andy Rachmianto, Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania, dalam pernyataannya saat memperoleh laporan tersebut beberapa bulan lalu dari Kementerian Luar Negeri.

Sesuai informasi awal, semula KBRI melakukan penelusuran ke kota Aqaba, sekitar 450 km dari ibu kota Amman. Namun setelah penelusuran panjang, akhirnya pada pekan ketiga Juli 2018, KBRI Amman berhasil menemukan keberadaan Sarisih di daerah Swefieh, sekitaran Amman.

KBRI juga berhasil melakukan komunikasi dengan Sarisih dan majikannya. Meski sempat bersitegang karena majikan tidak mau memberikan akses kepada Sarisih, namun Tim Perlindungan WNI KBRI Amman akhirnya berhasil membawa Sarisih ke KBRI Amman.

Saat ditemui langsung Dubes RI dan Tim Perlindungan WNI di KBRI Amman, Sarisih menuturkan bahwa dirinya bekerja kepada majikan yang sama sejak tiba di Yodania pada 2003.

Di awal bekerja, Sarisih hanya mendapatkan gaji sebesar 100 dollar Amerika setiap bulannya. Sarisih mengaku bahwa dirinya tidak pernah dibuatkan izin tinggal, dan sejak masa berlaku paspornya berakhir (2008), majikan tidak pernah mengajukan pembuatan paspor baru.

Sarisih juga mengaku majikan selalu menakut-nakuti dan mengancam dirinya setiap kali menyampaikan keinginan untuk ke KBRI. Karena itu, sejak tiba di Yordania, Sarisih tidak pernah melakukan kontak maupun berkunjung ke KBRI.

“Sejak dulu saya ingin pulang tapi ditahan majikan. Terima kasih KBRI sudah bantu saya,” ujar Ibu Sarisih dengan mata sembab kepada Duta Besar RI bersama istri yang menemui di penampungan KBRI Amman.

“Kita akan segera pulangkan Ibu Sarisih kepada keluarganya. Tapi sebelum dipulangkan, kita akan pastikan terlebih dahulu semua hak-haknya terpenuhi,” terang Dubes Andy menjelaskan kelanjutan penanganan kasus Sarisih ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

51 − 44 =