Kasus Atlet Mentawai Tewas di Sijunjung, Pengelola Wisma Jadi Tersangka

Kasus Atlet Mentawai Tewas di Sijunjung, Pengelola Wisma Jadi TersangkaKapolres Sijunjung AKBP Imran Amir S.IK,MH didampingi Kasatreskrim Iptu Wawan serta Kapolsek Kamang Baru AKP Lazuardi, Kapolsek IV Nagari Iptu Taufik dan Kapolsek Sijunjung Iptu Yadi saat menggelar hasil ungkap Kasus Kriminalitas yang terjadi Pasca Lebaran, Kamis (28/6) di Mapolres Sijunjung.

 

 

 

 

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM—Setelah melakukan penyelidikan serta didukung dengan keterangan dan hasil laboratorium, serta ditemukan adanya unsur kelalaian, Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung akhirnya menetapkan pengelola Wisma Keluarga berinisial “AL” (25) sebagai tersangka.

AL dianggap lalai, sehingga menyebabkan atlet cabang lari asal Mentawai bernama Ridwan (15) meninggal di kamar wisma tempat penginapan Kontingan Atlet Menyawai, Minggu (29/6).

Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir didampingi Kasatreskrim Iptu Wawan Dermawan serta Kapolsek Sijunjung Iptu  Yadi Purnama, Kapolsek IV Nagari Iptu Taufik dan Kapolsek Kamang Baru AKP Lazuardi  mengatakan, bahwa penetapan pengelola Wisma Keluarga sebagai tersangka tersebut dilakukan setelah menghimpun hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak ahli dan berkompeten seperti hasil laboratorium dan hasil otopsi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh RSUP M. Djamil Padang dan dilanjutkan ke Labfor Medan ditemukan bahwa korban meninggal karena menghirup gas karbon monoksida (Co2),” ujar kapolres saat menggelar press release, Kamis (28/6) di Mapolres Sijunjung.

Imran Amir menambahkan, tersangka berinisial “AL” dikenakan dengan pasal 359 KUHP dimana atas kelalaiannya sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. Saat ini tersangka kita tahan di Mapolres Sijunjung dengan barang bukti yang diamankan satu unit genset merk Muktipro jenis BN 800E-MP warna merah kombinasi hitam.

“Ancaman hukuman bagi tersangka maksimal 5 tahun penjara  dan Penyidik Polres Sijunjung saat ini masih dalam proses melengkapi berkas perkara tersebut dan tersangka.,”ujarnya.

Diberitakan sebelumnya,meninggalnya Ridwan atlet Atletik asal Kabupaten Mentawai tersebut berawal saat listrik mati di penginapan tempat para kontingen Kabupaten Kepulauan Mentawai menginap dan pihak penginapan menghidupkan mesin genset sampai pagi.

Kemudian, pada Minggu, 06.30 WIB, saat pelatih dan official hendak membangunkan Ridwan dan tiga rekannya tak kunjung bangun. Hingga akhirnya diketahui bahwa mereka sudah tak sadarkan diri. Namun, malang tak dapat di raih Tiga orang Atlet berhasil mendapatkan perawatan medis sementara Ridwan meninggal dunia. (h/ogi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 4 = 1