Kasihan, Ratusan Jemaah Haji Ditipu Rp90 Juta

image_title

Kuasa hukum calon jemaah haji yang tertipu

VIVA – Setelah nasibnya terkatung-katung di berbagai hotel, 153 jemaah haji akhirnya melaporkan biro PT DSKU ke Kepolisian Resor Kota Bogor Kota, Jawa Barat. Kerugian jemaah hingga Rp3,6 miliar.

Para jemaah melaporkan kasus ini melalui kuasa hukumnya, Rosadi Fitria, Rabu 15 Agustus 2018.  Kuasa hukum melaporkan Ami Haifah dan dua agennya, Trisno Firmansyah dan Hidayat. Biro perjalanan yang berkantor di Tajur Trade Mall, Kota Bogor ini sempat disantroni para jemaah.

Namun lantaran tidak mendapat jawaban, para jemaah yang berasal dari berbagai daerah Indonesia ini memutuskan untuk menyeret kasus ini ke kepolisian.

“Mereka menjanjikan berangkat cepat menunggu melalui visa kerja (Amil) yang dijanjikan dari tanggal 8 sampai 10 Agustus 2018 ini. Namun hingga kini belum berangkat. Kerugian beragam, per orang bisa dipatok Rp25-90 juta,” kata Rosadi saat dihubungi VIVA.

Rosadi mengatakan, peristiwa ini bermula saat jemaah ingin melakukan ibadah dengan cepat tanpa harus melalui proses daftar di Kementerian Agama yang lama hingga bertahun-tahun.

“Masyarakat atau jemaah ini ingin cepat tapi dengan tempo sesingkat-singkatnya. Adalah dari PT Diak Sundus Karya Utama menyediakan haji dengan visa amil (kerja). Kita terima, visa amil berangkat ke Arab Saudi dengan visa kerja tapi datang ke sana itu dengan niatan beribadah haji dengan cara bekerja di sana. Pas musim ibadah haji kita di sana masuk,” kata Rosadi.

Rosadi menyebut PT DSKU dalam merekrut jemaah dibantu empat sponsor besar. Sponsor bertugas merekrut jemaah. Sementara DSKU menyediakan visa dijual kepada jemaah.

“Dengan iming- iming itu, percayalah jemaah di saat menunggu proses haji yang 14 tahun. Dan ini daftar tahun sekarang dan tahun sekarang pun berangkat. Iming-imingnya begitu,” katanya.

Menurut Rosadi, perusahaan menjual visa amil seharga Rp20-35 juta. Sedangkan Diyafa, visa untuk tamu kerajaan dijual sampai Rp90 juta.

“Dan itu masih dipinta lagi dengan beberapa alasan. Visa amil keberangkatan awal itu satu bulan sebelum puasa kemarin Ramadan. Pemberangkatan kedua tiga minggu setelah lebaran. Sedangkan keberangkatan visa diyafa 10 Agustus,” lanjut dia.

Selama menunggu, masyarakat yang terdaftar sempat terkatung-katung menginap di hotel. Di antaranya Hotel POP 60 orang. CRIYAD Tangerang 66 orang, dan HOBI HOBI Bekasi 30 orang.

“Kecurigaan kita, sejak keberangkatan awal yang visa amil dengan tenaga kerja cleaning service berangkat sebelum Ramadan diundur menjadi dua minggu setelah lebaran dan ternyata tidak berangkat juga. Sampai tanggal yang ditentukan pemberangkatan masih dibatalkan juga,” kata Rosadi. (ren)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 76 = 84