Kapal Pengungsi Karam di Libya, 100 Orang Dikhawatirkan Tewas

Kapal Pengungsi Karam di Libya, 100 Orang Dikhawatirkan TewasAktivitas di kawasan dekat lepas pantai Libya. Di perairan itulah kapal pembawa ratusan pengungsi dan migran berbagai negara karam. Foto/REUTERS/Ismail Zitouny

 

 

 

 

TRIPOLI – Sebuah kapal pembawa sekelompok pengungsi dan migran yang hendak menuju Eropa karam di lepas pantai Libya, kemarin. Sekitar 100 orang dikhawatirkan tewas dalam insiden tersebut.

Kecelakaan kapal terjadi ketika para pemimpin Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk menangani masuknya migran dan pengungsi yang tiba di pantai Eropa.

Libya, dengan pemerintah pusatnya yang lemah dan wilayahnya dekat dengan Italia, menjadi pilihan bagi banyak pengungsi sebagai jalur migrasi meskipun ada bahaya besar ketika mengarungi Laut Mediterania.

Seorang pejabat penjaga pantai Libya pada Jumat (29/6/2018), mengatakan sekitar 16 orang telah diselamatkan dari kapal di sebelah timur ibu kota Libya, Tripoli.

Kapal pembawa pengungsi dan migran itu meledak saat pelayaran. Menurut korban selamat, ledakan diduga akibat mesin yang terbakar.

“Ketika saya melihat jumlah orang di kapal, saya menolak untuk naik, karena kami diberitahu bahwa kami akan menjadi 20 (penumpang),” kata Amri Swileh, korban selamat asal Yaman.

Dengan menunjukkan lengannya yang memar, Swilleh, 26, mengatakan bahwa penyelundup manusia mengancam akan menembaknya dan memaksanya masuk ke kapal yang panjangnya hanya delapan meter.

“Saya melihat orang-orang terbakar,” katanya. “Saya kehilangan teman-teman saya dar Yaman yang bersama saya. Kelimanya hilang,” ujarnya, yang dilansir Al Jazeera, Sabtu (30/6/2018).

Korban lainnya, Bakari Badi, mengatakan di awal perjalanan seorang pria jatuh ke perairan dan harus naik kembali ke kapal yang penuh sesak.

“Orang-orang mengatakan kepada kapten untuk kembali ke Libya, tetapi pada saat itu mesin kami meledak. Begitu banyak orang terluka,” kata warga Gambia berusia 32 tahun ini.

Jumlah pasti para migran di atas kapal pada saat kejadian belum diketahui, tetapi sebanyak 15 wanita dipastikan berada di antara ratusan  penumpang. Sedangkan 16 orang yang diselamatkan adalah para pemuda.

Mereka yang hilang termasuk dua bayi dan tiga anak di bawah usia 12 tahun. Selain dari Yaman dan Gambia, para penumpang kapal juga berasal dari Maroko, Suriah dan Sudan.

Laporan terbaru menyebut, seorang bayi ditemukan tewas oleh penjaga pantai Libya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

86 + = 88