Kapal Bermuatan Kopra Hilang di Perairan Mentawai

   Kapal Bermuatan Kopra Hilang di Perairan Mentawai
Lokasi kontak terakhir kapal

 

 

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM– Kapal KM Harapan Bersama bermuatan kopra (daging kelapa yang dikeringkan) dan manau (rotan) yang berangkat dari Dermaga Maileppet, Siberut Selatan tujuan Muaro Padang, hilang kontak di Perairan Mentawai, Senin (7/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapal yang seharusnya sudah bersandar di dermaga Muaro Padang pada hari yang sama, sekitar pukul 22.00 WIB, ternyata hingga saat ini Kapal milik Andreas belum juga sampai ke dermaga. Padahal, kapal tersebut berisi tujuh orang yang diketahui beridentitas, Zainuddin sebagai Kapten Kapal dan enam orang Anak Buah Kapal (ABK) beridentitas Herman, Asrul, Talsisius, Melki, Safrizal, dan Ambrizal.

Bahkan, bagaimana nasib para ABK dan  Kapten Kapal belum diketahui secara pasti, pasalnya petugas gabungan dari Ditpolair Polda Sumbar, Satpol Air Polres Mentawai, Basarnas dan TNI AL, terus melakukan pencarian kapal itu dan posisi kapal belum dapat dinpastikan keberadaannya.

Wakil Direktur (Wadir) Polair Polda Sumbar AKBP Azas Siagian mengatakan sebuah kapal dilaporkan hilang kontak. Saat ini para petugas gabungan sudah melakukan pencairan, tetapi belum ditemukan keberadaan kapal itu. Tujuan kapal itu ke Muaro Padang.

“Informasi yang kita dapat KM Harapan Bersama, berangkat dari Dermaga Maileppet, Siberut Selatan, Senin (7/5) sekitar pukul 09.00, dan seharus sampai ke tujuan dihari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB. Tapi hari ini (kemarin) kapal tersebut belum juga sampai di dermaga tujuan,” kata AKBP Azas.

Azas menjelaskan dari informasi yang didapat, di dalam kapal tersebut terdapat enam orang (ABK), dengan kapten kapal Zainudin. Sedangkan terakhir komunikasi sekitar pukul 10.00 WIB atau satu jam dari dermaga keberangkatan.

“Dilaporkan hilang kontak, setelah tidak ada lagi komunikasi lanjut satu jam setelah kapal itu berangkat. Karena tidak bisa dihubungi, kapal itu dilaporkan hilang kontak dan belum diketahui di mana keberadaan pastinya,” ungkap AKBP Azas.

AKBP Azas menuturkan pencarian kapal masih di lakukan. Petugas gabungan seperti Ditpolair Polda Sumbar, Basarnas, TNI AL, Satpolair Polres Mentawai dan relawan masih terus melakukan pencarian terhadap kapal yang hilang kontak tersebut. Perkiraan sementara, kapal itu baru berada sekitar 10 mil dari dermaga keberangkatan.

Sementara itu Kepala Kantor Pos SAR Mentawai, Akmal, mengatakan pihaknya sedang bergerak melakukan pencarian dengan menggunakan kapal Basarnas. Pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir titik-titik yang diduga dilalui oleh kapal tersebut.

“Laporan yang kami terima dari pemilik kapal, Selasa (8/5) sekitar 10.45 WIB. Setelah menerima informasi itu kita langsung melakukan pencarian dan belum diketahui posisi kapal itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kapal itu bisa ditemukan,” pungkas Akmal.

Ditambahkan, berdasarkan laporan yang diterima kejadian tersebut dilaporkan setelah kapal itu hilang kontak di perairan Siberut pada radial 3′ dengan jarak 41 Nautical Mile (Mil Laut) dengan koordinat 01°22’45” S – 99°38’52” E.

“Berita awal pada (05/08) sekira pukul 10:45 WIB kami  menerima Info dari Bapak Andreas (pemilik Kapal) bahwa telah terjadi lost contak Kapal KM HARAPAN BERSAMA di perairan siberut, pada radial 3° Jarak 41 NM dengan koordinat 01°22’45” S – 99°38’52” E, ” terangnya

Ia menjelaskan kronologis kejadian berawal saat kapal bertolak dari dermaga maileipet Kecamatan Siberut Selatan pada hari Senin (05/07) sekira pukul 09:00 WIB menuju Pelabuhan Muara padang estimasi akan tiba pada hari Senin (05:07) pukul 22:00 WIB. Namun, sampai saat ini belum kembali, sedangkan komunikasi terakhir pada hari Senin (05:07) sekira pukul 10:00 Wib. Melalui Frekuensi rapi 143.150

Dalam kapal yang berukuran panjang 26 meter itu  terdapat tujuh orang ABK Kapal termasuk Nahkoda diantaranya 1. Nahkoda : Zalnudin. 2. Mualim : Herman. 3. KKM : Asrul. 4. Oliman : Talsisius. 5. Kelasi : Melki. 6. Kelasi : Safrizal. 7. Kelasi : Ambrizal.

Sampai saat ini katanya dari aksi yang dilakukan sementara kapal yang dimaksud memang belum sampai tujuan dan tim pencarian yang terdiri dari Sar Mentawai, Pol Air, Syahbandar, Rapi, BPBD dan Pos TNI Al melakukan operasi dengan menggunakan Kapal KN SAR RAMAWIJAYA 240 pada hari Selasa (05/08) pada pukul 14:15 WIB. (h/red/mg-rei)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 − = 24