Kamboja Segera Ajukan ‘Red Notice’ Buru Terduga Pembunuh WNI

Kamboja Segera Ajukan 'Red Notice' Buru Terduga Pembunuh WNI
Salat jenazah Enen Cahyati di Kamboja. ( Ist/KBRI Phnom Penh)

 

 

Jakarta, CNN Indonesia — Kepolisian Kamboja akan mengajukan permintaan ‘red notice’ kepada Interpol untuk memburu dan menahan tersangka pelaku pembunuh Enen Cahyati, perempuan asal Indonesia di Phnom Penh. Hal tersebut diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, di Jakarta, Kamis (5/4).

Fateen Bilal Abdul, terduga pembunuh Enen Cahyati, WNI di Phnom Penh, dikabarkan telah kabur ke luar Kamboja di hari tewasnya Enen pada 22 Maret lalu.

“Semoga dalam waktu dekat kepolisian Kamboja bisa segera ajukan red notice untuk mencari terduga pelaku. Tapi sebelumnya, kepolisian masih harus menunggu hasil visum yang kabarnya baru selesai agar kepolisian bisa menetapkan status tersangka terhadap terduga pelaku,” kata Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/4).

Iqbal mengatakan setelah dikeluarkannya red notice oleh Interpol, informasi identitas Fateen akan disebar-luaskan ke kantor polisi dan imigrasi di seluruh dunia untuk kepentingan pencarian.

Sejauh ini, ujarnya, pemerintah dan otoritas Kamboja belum bisa melacak keberadaan Fateen. Pria berkewarganegaraan Amerika Serikat itu, papar Iqbal, terakhir kali terlacak pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia.

“Dia terlacak dari penerbangannya Air Asia pergi ke Kuala Lumpur, tapi hanya terbaca tujuan pertamanya sampai di situ. Sementara tujuan berikutnya kami tidak bisa deteksi,” ujar Iqbal.
Fateen menjadi buronan setelah diduga membunuh Enen yang merupakan istrinya di kamar Hometown Suite Hotel di Phnom Penh. Jasad Enen ditemukan sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan membusuk di kamarnya pada Minggu (25/3).

Perempuan asal Jakarta Selatan itu diperkirakan tewas tiga hari sebelumnya.

Jasad Enen ditemukan setelah sejumlah staf hotel mencium bau busuk dari kamarnya. Saat membobol kamar, petugas hotel menemukan perempuan asal Jakarta Selatan itu sudah tidak bernyawa dan langsung melapor polisi.

Enen dan Fateen dilaporkan telah menginap di Hometown Suite Hotel sejak 19 Maret lalu. Keduanya dikabarkan menikah sejak 2015 lalu dan pertama kali saling mengenal melalui dunia maya.

Karena kondisi jasad tidak memungkinan, KBRI akhirnya memakamkan Enen di Kamboja, tepatnya di Provinsi Kandal sekitar 33 kilometer dari Phnom Penh. Pemakaman itu dilakukan atas persetujuan keluarga Enen. (nat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

49 + = 56