Irwan Prayitno ‘Polisikan’ Wartawan dan Anggota DPRD, Belasan LSM Anti Korupsi Nyatakan Sikap

Irwan Prayitno ‘Polisikan’ Wartawan dan Anggota DPRD, Belasan LSM Anti Korupsi Nyatakan Sikap
Irwan Prayitno saat diwawancarai wartawan di Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman, Padang, Selasa (1/5). Irwan melaporkan tiga nama karena dianggap mencemarkan nama baiknya. Irham

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Koalisi Masyarakat Sipil menyesalkan laporan polisi Irwan Prayitno terhadap pemilik dua akun Facebok atas nama Bhenz Marajo dan Maidestal Hari Mahesa serta Yusafni (terdakwa kasus SPJ Fiktif), Selasa (1/5).

Dalam press release yang diterima harianhaluan.com, Rabu (2/5), menurut Koalisi Masyarakat Sipil, laporan itu adalah tindakan berlebihan dan terkesan upaya serangan balik terhadap tuduhan Yusafni yang menyebut Irwan Prayitno menerima aliran duit dalam dugaan kasus korupsi SPJ Fiktif.

Koalisi Masyarakat Sipil mengkhawatirkan ini adalah upaya untuk membungkam kemerdekaan pers, kemerdekaan berpendapat, dan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Dalam laporannya, Irwan Prayitno melaporkan Yusafni dengan Pasal 310 ayat (1) dan (2) KUHP dan terhadap pemilik dua akun Facebok atas nama Bhenz Marajo dan Maidestal Hari Mahesa serta Yusafni dilaporkan dengan Pasal 310 ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Dalam Siaran Pers Tim Kuasa Hukum Irwan Prayitno yang beredar luas, diketahui bahwa pelaporan terhadap Yusafni bermula dari berita Harian Haluan Sabtu, 28 April 2018, yang berjudul “Pengakuan Tersangka SPJ Fiktif ‘500 Juta Untuk Baliho IP””.

Berita tersebut memuat keterangan Yusafni yang menyebut nama-nama orang penerima aliran duit dugaan korupsi SPJ Fiktif, termasuk salah satunya adalah Irwan Prayitno. Menurut Irwan keterangan Yusafni yang dimuat di Harian Haluan tersebut telah memfitnah, menzalimi dan mencemarkan nama baiknya.

Sementara laporan terhadap pemilik akun media sosial Facebook atas nama Bhenz Marajo dan Maidestal Hari Mahesa dilatarbelakangi posting kedua akun tersebut yang memuat berita Harian Haluan.

Berkaitan dengan hal ini Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan sikap:

1. Berita yang diterbitkan Harian Haluan adalah karya jurnalistik maka penyelesaiannya harus tunduk kepada mekanisme penyelesaian sengketa pers yang diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

2. Koalisi Masyarakat Sipil berpendapat laporan Irwan Prayitno terhadap pemilik akun Facebook dengan nama Bhenz Marajo dan Maidestal Hari Mahesa perlu diduga sebagai upaya membungkam kebebasan berpendapat, dan upaya-upaya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Untuk itu Koalisi Masyarakat Sipil mengimbau pihak Kepolisian bijak menindaklanjuti laporan tersebut.

3. Terkait dengan laporan Irwan Prayitno terhadap Yusafni, Koalisi Masyarakat Sipil mengimbau pihak kepolisian menghargai keterangan tersebut sebagai bagian dari proses hukum tindak pidana korupsi yang sedang berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Padang. Koalisi Masyarakat Sipil mendukung pihak Kepolisian mengusut keterangan Yusafni tentang orang-orang penerima aliran duit dugaan korupsi SPJ Fiktif dan membuktikan terlebih dahulu kebenarannya.

Berikut Koalisi Masyarakat Sipil yang menyatakan sikap. 1. Perkumpulan Integritas. 2. Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. 3. Pusat Kajian Lembaga Hukum dan Anti Korupsi (LUHAK) FH UMSB. 4. Pusat Kajian Gerakan Bersama Anti Korupsi Universitas Negeri Padang (PK GEBRAK UNP). 5. LBH Pers Padang. 6. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). 7. Indonesia Corruption Watch (ICW). 8. SAFEnet. 9. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang. 10. Bung Hatta Antikorupsi (BHAKTI) Universitas Bung Hatta Padang. 11. Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumbar. 12. Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi KPJKB Makassar. 13. Komunitas Antikorupsi (KAPSI) Universitas Negeri Padang. 14. Yayasan Citra Mandiri Mentawai. 15. Aliansi Komunitas Seni Indonesia (AKSI) . 16. Nurani Perempuan. 17. Limbubu Pariaman. (h/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

22 + = 29