Imigrasi tangkap mahasiswi Unand asal Malaysia karena melebihi masa izin tinggal

Foto pasport dan visa WNA asal Malaysia Norfaezah Binti Bawahi (26) yang melebihi masa izin tinggal selama tiga setengah tahun di Kota Padang. (Antara Sumbar/Mario SN)

Padang, (Antaranews Sumbar) – Kantor Imigrasi Klas I Padang, Sumatera Barat menangkap mahasiswi asal Malaysia Noerfaezah Binti Bawahi (26) yang melebihi masa izin tinggal di Indonesia selama tiga setengah tahun.

“Kami menangkap dia sekitar dua minggu lalu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ketika akan berangkat pulang ke Malaysia,” kata Kasi Wasdakim Imigrasi Klas I Padang Indra Sakti Suherman di Padang, Senin.

Ia mengatakan wanita ini datang ke Indonesia mengantongi izin tinggal untuk belajar di Universitas Andalas. Dia terdaftar sebagai mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Andalas.

Karena sesuatu hal, wanita ini dikeluarkan dari kampus atau “Drop Out” (DO) karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh kampus.

Kemudian dia tidak langsung pulang ke Malaysia namun tetap tinggal di Kota Padang, hingga melebihi izin tinggal mencapai tiga setengah tahun.

“Kami menangkap dia di bandara dan langsung dibawa ke kantor untuk diperiksa selanjutnya akan dideportasi dan dicekal masuk ke Indonesia,” kata dia.

Ia mengatakan sesuai aturan yang ada, apabila wanita ini melebihi izin tinggal di bawah 60 hari, maka akan dijatuhi denda dan diperbolehkan pulang ke negara asalnya, namun ini sudah tiga setengah tahun.

“Dia sudah lebih dari 60 hari dan langsung kita tangkap. Kami juga meminta keterangan dari pihak Unand terkait persoalan ini,” kata dia.

Ia mengatakan ketika Unand melakukan DO terhadap mahasiswa asing seharusnya mereka berkoordinasi dengan Imigrasi.

Selain itu Unand juga harus mengeluarkan Exit Permit Only (EPO) sebagai syarat memulangkan mahasiswa asing yang belajar di Indonesia.

“Ini yang belum ada dan hendaknya ini menjadi pembelajaran bagi perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa asing,” kata dia.

Sementara Rektor Universitas Andalas Prof Tafdil Husni mengatakan apabila mahasiswa asing tersebut telah di DO mereka seharusnya langsung pulang ke negaranya.

“Kalau mereka masih kuliah tentu dapat kami ingatkan dan bantu pengurusan visa dan izin tinggalnya di Indonesia,” kata dia.

Ia mengatakan para mahasiswa asing yang kuliah di Unand itu dengan menggunakan biaya sendiri dan atas kemauan sendiri.

“Dalam hal ini Unand tidak ada mensponsori kedatangan mereka ke Indonesia,” kata dia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

43 + = 46